gumam kecil, di Ahad sore

Ukhti..
Tetehku..
My sister..
engkau cantik hari itu,
gamismu cantik nan menarik bagi mataku, mata yg tak terbiasa melihat engkau mengenakan gamis secantik itu..
hmmmhh #helanapas

dengan kerudung yg match,
aku tak pernah sebelumnya melihat gamis itu engkau pakai,

warna gamis itu soft,
lembut,
krem agak putih khimarnya,
gamisnya..sewarna, tapi ada hijau toska-nya..

hari apa memangnya?
*gumamku
hari yang spesial kah?
jika ya, ngapain disini (lokasi ketemuan di Masjid Salman)
walimah maksudnya..(ngapain di salman kalo ini hari walimahnya, harusnya ya di lokasi nikahannya dong)
tapi aku gak diundang?

ngga ternyata..
ya walimah,
tp sebagai tamu undangan..
bukan mempelai
#oooh

tapi, tapi..
utk apa teh?
utk apa dandan secantik itu? (bagiku itu cantik)
lebih tepatnya,
untuk siapa..
untuk ‘mata’ siapa?
perlukah menjadi ‘berbeda’?(lebih cantik saat kondangan)

khimar, gamis(atau atas bawahan), sepatu,
hari itu berbeda…
engkau nampak cantik teteh2ku..

aku saja terpesona,
aku saja terpana,
lelaki ajnabi bagaimana kabar?(include ikhwan2)

#RenunganAhad
di #MusimNikah

Mencela Hujan, cukup..

Bsimillah,

Plis, jangan mencela hujan…

“Allahumma shoyyiban naafi’aa ~Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat~.”
-di Adabul Mufrod

Ingat2 disini
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2795-beberapa-amalan-ketika-turun-hujan.html

* * *

hampir2 setiap ketemu orang,
“iya nih hujan, jd kepater di kampus, trus jdnya sholat di salman dulu, baru pinjem payung.”

jelas bukan nada org bahagia saat ngomong gini.
)’:
In other words : ini celaan kpd hujan

* * *

kalo seneng/bahagia, plis kalem dikit..
(misal : ujian medan take home, kalem dikit, tahmid aja)

kalo sedih/kecewa, diam utk meredam kesedihan, dan beneran redam pelan2, bukan malah diumbar.
(misal : hujan tadi ; ujian dadakan ; download dikit lagi malah gagal ; dosen telat masuk ; pas ngantri di antrian apapun, tugas numpuk ; sakit pas haid ; dosen agak abstrak) *lho, ngasih contoh keluhan itu banyaaak )’: *

Maafkan aku jika tak sengaja mencelamu, hujan.
Maafkan aku.
Lisan ini masih buruk.

Tahan celaan.
Just enjoy your life,

#EnjoyYourLife #SyaikhAreifi

Object? Desire?

Bismillah,

We’re (muslimah) are not objects,
of what?
of (only) desire of humans, name man.

don’t wanna be an object, of that thing.
just be friends, beside him, as a couple.
we must support each other, to go back to our real home(jannah).

make him like a prince,
if it keep makes us nothing,
be patient, or khulu.
it is permitted in our deen.

Bergantunglah kpd Allah, (bukan dia),
Lalu hormati dan sayangi dia,
Jika hidupnya (memang benar2) utk Allah, temani hingga engkau meraih ridhonya,
Jika niatannya berubah, dan rusak, dan bebal, apa daya

Be smart,
Keep closer to Allah,
(‘:

temenan sholat-e ya…(sambil ngaca)

ini simpel…

tapi penting…

setelah bahas ttg ruh sholat (sholat khusyu),

pngn nih share ilmu ttg gerakan sholat,

simple but REALLY IMPORTANT…

our whole life is good when our shalat is good 🙂 ini penilaian di padang mahsyar nanti..

silakan dipraktekkan ukhti… 😉

simpel dan mudah diinget kok, nanti kalau mau dalil rinci bisa kpn2 kubuat notes -nya in syaa Allah…..

1. NIAT .. ulama sepakat ngga boleh dilafadzkan, dlm hati ajaa sipp?

2.TAKBIR ..

– angkat 4jari sejajar telinga bag.atas, jempol sejajar telinga bagian bawah

– pergelangan sejajar pundak

– lalu disimpan di depan dada(digenggam/diletakkan aja).

– baca IFTITAH lalu AL FATHIHAH (perhatian : tajwid ngga boleh salah sedikitpuuuun)

3.RUKUK.. genggam erat lutut, punggung lurus

4.I’TIDAL.. sm ky takbir tangannya

5.SUJUD..

– tangan dulu -sekali lagi, TANGAN 1st- jgn lutut dulu, hadis yg bilang lutut dlu itu hadisnya lemah, jd ngga bs diamalkan

– posisi antara badan dan paha harus jauh hingga anak domba bisa jalan melaluinya (beneran ini), jgn smp paha nempel dgn perut, tapi iiinget PERHATIKAN KONDISI JAMAAH, kalo sempit jgn maksain

6.DUDUK ANTARA DUA SUJUD.. jari jemari semuanya lurus ke kakbah (tangan n kaki, smuanya)

6.TASYAHUD AKHIR..

– jarinya digerak2in, ada hadisnya knp kita disuruh gerak2in? dlm hadis yg derajatnya hasan ‘setan lbh takut dgn gerakan ini drpd pukulan besi’. tp ngga ada ketentuan kecepatan per menit (haha kebayang repotnya kalo ada). ngga blh pake 2 jari, klo telunjuknya potong/buntung, biarin aja, ngga ush diganti jari lain)

perhatian once more….

ini BUKAN MASALAH SEPELE, masalah sholat itu

yuk mulai sekarang kita care banget dgn akhirat kita, mulai dari hal pokok, sholat.

mulai teliti utk meniti langkah pikiran, hati, dan tubuh untuk mengarahkan diri menuju jannah-Nya..

okesip ukhti?

together we enter jannahh…

AAMIIN…

it’s clear all about MUSIC…

bismillahirrahmaanirrahiim….

Alhamdulillah, ini hasil pencarian selama ini.

ini resume kajian Rizal 8 Rajab 1434 H ato bertepatan dengan 18 Mei 2013. (pake kalender hijriah, biar ngga tasyabbuh, serius).

mengenai bahasa, sy pake bahasa campur aduk, baku,-non-baku, english, sunda, jawa, singkatan, capslock tiba2. ya, semoga ngga ada masalah, ini biar ngga ngantuk aja yang baca.

untuk shalawat, sengaja ditulis lengkap, biar pas baca kalian juga ikutan shalawat ke Nabi salallahu ‘alaihi wasallam. pengin kan nyicil dapet pahala, hehe

awali bismillah sebelum baca artikel ini. dan saya mohon banget, jangan bawa emosi(marah, sebel, dongkol) pas baca, supaya lebih ikhlas nerimanya. misal ada yang sebel karena sy yang nulis, atau sebel karena bahasan ini diangkat, istighfar dulu aja. istighfar yang banyak, mohon ke Allah diikhlaskan hatinya kalo bener2 niat pengin mencari kebenaran.

semoga Allah membuka hati kita semua.

Ada bbeberapa point penting di awal yang kudu diperhatiin :

1. yang boleh menghalalkan/mengharamkan? ALLAH dan RASUL,

– meski kdg2 ngga masuk akal, ex: pakaian isbal, pakaian sutra buat laki2. tapi ingat agama ini bukan berdasar AKAL (semata), tapi lebih tepatnya berdasarkan DALIL..

– kalo kita mengharamkan yang dihalalkan Allah : murtad otomatis. klo kita menghalalkan/mengharamkan sesuatu tanpa dalil. kita udah menandingi Allah dalam rububiyahnya. oksip?

2. ngga boleh bilang ini hadis dhaif, shahih, sesuai keinginan kita. haram ya. yang boleh hanya para ulama hadis, harus hapal 100ribu hadis (kita? boro2 T.T), Al Qur’an aja belum hapal…

– kita hrs merujuk ulama hadis

3. Tipe hadis ttg haramnya musik ada tiga macam: SHAHIH | DHAIF (karena ada jalur periwayatan lain, naik derajatnya) –> HASAN | PALSU

– hadis ttg musik banyak, ada 50lebih. yang dhaif/palsu buang aja, kita ngga perlu. yang shahih/hasan yang kita ambil.

4. ada 3 tipe hadis : UCAPAN NABI SALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM | PERBUATAN NABI SALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM | PERSETUJUAN NABI SALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

——————————————-

#PART1 -hadis2 yang menyebutkan haramnya hadis-

1. HR Bukhari : “akan tiba suatu zaman dimana UMATKU  MENGANGGAP HALAL  zina, sutra, khamr, dan ALAT MUSIK.”

– Ibnul Qoyyim bilang, alat musik : segala sesuatu yang dimainkan yang menimbulkan suara musik…

– contohnya apa? gitar, piano, kecapi, angklung, rebana (katanya halal? kalem,,ada bahasannya nnt), bahkan gelas/sendok/galon yang ditabuh mnimbulkan nada (jadi alat musik) ini haram juga, ati2. ini kesepakatan ulama bahasa arab.

– nanti ada ulama namanya Ibn Hazm, tapi ngga secerdas Ibn Hajar dan Al Bukhari. Al Bukhari hapal 600ribu hadis,kalo ibn Hazm ngga samap 100rb hadis, kalo ibn Hajar 100rb lbih.

– Ibn Hazm terkenal sebagai ulama yang paling banyak/sering mendhaifkan/menshahihkan hadis seenaknya. Lidahnya setajam pedang. ini udah terkenal, kalo mengkritik ulama bahasanya nyelekit/pedes.  ini kata para ulama lho.

– katanya dalam hadis ini, sanad Bukhari terputus di Hisyam ibn Amr.. jadi hrus nyambung kan hadis itu periwayatannya..

– kata ibn Hazm , hadis riwayat Bukhari ini dhaif, bahkan palsu. Okelah kalo misal hadis ini palsu, ada riwayat lain yang ngedukung yang jls2 shahih : diriwayatin juga sama Ibn Hibban (no.3417) | Thabrani (no.3417, qadarullah sama) | Al Baihaqi (jilid 10 hal 221). jadi jelas hadis ini shahih . sipp?

– jadi kita tau,,kesalahan ulama ada pada Ibn Hazm, dan kesalahan (ijtihad) ini diikuti oleh Yusuf Qadrawi. yang jelas tingkatan hadisnya jauh di bwh Ibn Hazm. Ibn Hazm aja jauh d bwh Bukhari.

– kita gimana? bahaya banget, kalo sekedar ikut2an.

2. HR Ibn Majah (no.4020) | HR Ibn Hibban (no. 1384) | HR Ahmad (jilid 5 hal.342) | Ibnul Qoyyim menshahihkan hadis ini | dan ada 10riwayat sebenernya, da ckup dulu, bs cari sendiri nanti. bunyinya gimana?

Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “akan ada segolongan dari umatku yang menamakan minuman keras dengan nama yang lain, dan mereka juga menyanyikan lagu2 dengan alat2 musik oleh PARA WANITA, dan Allah akan membenamkan mereka ke bumi, dan sebagian dari mereka dijadikan kera dan babi.”

– kita belum liat orang yang berubah jadi kera dan babi yah? tunggu aja, karena itu pasti terjadi, demi Allah.

– “karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; Sesungguhnya Allah Maha perkasa, lagi mempunyai pembalasan.”  (Ibrahim : 47)

– tunggu aja orang2 diubah menjadi babi dan kera, Demi Allah, bukan In syaa Allah, beberapa waktu lagi.

3. Hadis yang derajatnya hasan lighairihi, dari Anas bin Malik. HR Al Bazar (jilid 1 hal.377 no.765) | HR Al Hakim (jilid 4 no.1063) | HR Baihaqi (jilid 4 no.64) | Tirmidzi (1005).

Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ada 2 suara yang TERLAKNAT, yaitu SERULING ketika mndapat kenikmatan dan juga GEMERINCING ketika mendpat musibah.”

– tau gemerincing? orang Arab klo dapat musibah suka bunyiin

– kita tau, TERLAKNAT itu indikasi dosa besar.

4. HR Abu Daud (no.3666) | riwayat lain cari sndiri ya. da ngantuk anak2 kalo pas kajian ini disebutin semuanya kt ustad.

Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “sungguh Allah telah mengharamkan atas diriku miras, judi, dan al kubah, dan segala yang memabukkan.”

– apa itu AL KUBAH? para ulama bilang, maksudnya GENDANG.

– jadi Nabi salallahu ‘alaihi wasallam salallahu ‘alaihi wasallam pertama mengharamkan musik secara global, semua jenis musik itu haram. .

– dan ada yang dirinci? Karena yang dirinci biasanya itu alat musik yang PALING EKSTREM dosanya (yang jelas2 ada rinciannya : gendang, gitar, seruling). semuanya haram, tapi yang dirinci lebih EKSTREM DOSANYA.

5. HR Tirmidzi (no.2213) | dan yang lainnyaaa..

Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “umatku akan tertimpa berbagai macam cobaan, dan juga mereka akan dirubah bentuknya mjadi kera dan babi dan mereka akan dibenamkan.”

– dibenamkan..udah banyak kan tanah longsor di indonesia? yang belum dirubah bentuk jadi kera dan babi

– sahabat nanya, ‘Ya Rasul, kapan itu terjadinya, kapan?’

– dijawab : ‘yaitu, ketika alat musik dan para penyanyi telah bertebaran dimana-mana.’ udah belum?

– bhkan ada penyanyi yang pake kerudung, DIPUJI-PUJI..bhkan MUI ada yang muji2..Allahuakbar..muji2 Fathin Shidqia, katanya ini termasuk ke dalam dakwah..

– Ya Allah, dakwah gimana, dari mana? pake celana ketat, kerudung tercekik(maaf kalau ada yg tersinggung, ini kt ustad, dan sy ngga pengin nyembunyiin kebenaran, menutupi kebathilan), di depan orang lain (banyakan non-mahrom),,INI DAKWAH? bukan, ini merusak…..

– orang yang pakai pakaian ketat, kerudung tercekik, jelas dosanya di hari kiamat..subhanallah apalagi yang ngga pake. tolong dipikir matang2, semoga ini bukan ghibah(yg dilarang), karena jelas maksiat itu di depan mata kita semua.

– ketika kapan? ketika banyak penyanyi dan alat musik, serta miras udah dimana2…zaman sekarang banget T__T

6. HR Thabrani.

Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak halal mengkomersilkan para penyanyi, memberi mereka, memperdagangkan mereka, dan hasil jual beli mereka haram.” jelas ngga?

—————————————–

– alat musik apa tadi artinya? segala yang dipukul, ditiup,  apapun  yang diapa2kan yang menimbulkan melodi2, itu haram.

——————————————–

#PART2 –edisi khusus Ibn Hazm-

kembali ke Ibn Hazm, siapakah ibn Hazm? adalah seorang gurbernur…

– belajar agama dan menjadi gurbernur di usia 25thn, cerdas banget. tapi ngga secerdas Ibn Hajar. ini bukan kata saya (ustad Rizal yang ngomong, selftalk: apalagi sy ustad..T_T), sy ngga ada 1%nya Ibn Hazm, ini kata ulama lain.

– tadi kt ibn Hazm, hadis pertama riwayatnya terputus…Hisyam bin Amr ngga nyambung sama Bukhari. gimana kata ulama lain?

-1- Hisyam itu gurunya imam Bukhari. dan Hisyam ini lagi ngasih PENGAJIAN di suatu pengajian yang jamaahnya amat banyak. sepakat ulama, kalau ada murid yang mendengar gurunya sesuatu, dan gurunya bilang ini hadis..itu termasuk sanad yang bersambung

-2- hadis ini ada dalam Shahih Bukhari. dan Bukhari BUKAN-lah MANIPULATOR hadis.. imam Bukhari terkenal sebagai orang yang sangat jujur.. ngga mungkin berdusta dalam masalah hadis, dia sangat takut dalam meriwayatkan hadis

-3- beliau sudah memastikan shahihnya hadis tersebut. Ini PASTI SHAHIHNYA….

-4- kalaupun misal (misal aja), hadis pertama tadi dhaif. maka udah ada BACK UP-nya dari hadis lain…(oksip?)

——————————————-

#PART3

Sekarang siapa aja ulama yang menshahihkan hadis ini? (ngeri dengernya)

1. Imam Al Bukhari #jerr

2. Imam ibn Hajar al Asqalani #jerrr

3. Imam Nawawi #jerrrr

4. Imam Ibn Taimiyyah #dorr

5. Imam Ibnul Qoyyim #dorrr

6. Imam Syaikh Al Albani #dhuarrr

7. Imam Ahmad bin Hambal #jdherrr jdherr

-ngga berkutik lagi-

– semua yang mengharamkan musik ini teh imam ahli hadis yang luar biasa,,ibn Hazm ngga ada apa2nya keilmuan hadisnya. mereka itu disebut pakar hadis banget.

– disebutnya Al Hafidz, syaratnya? hapal lebih dari 100rb hadis,

– imam Bukhari berapa hadis? 600rb hadis. gurunya imam Bukhari : imam Ahmad bin Hambal hapal 1juta hadis.

– klo ulama udah bilang gitu, mau ngapain lagi kita? tendang aja kita…ngga ada apa2nya kita dibanding mereka

——————————————–

#PART4 –poin2 PENTING-

POIN2 penting…

–1– ada sebagian orang yang pendapatnya rada2 nyeleneh, salah satunya Al Ghazali..’musik itu haram kalau hanya yang mengundang syahwat, kalau ngga mengundang hawa nafsu itu ngga apa2′.

– ini pake LOGIKA apa DALIL ? kalo bener logika nya gitu, kita terima misal…

– oke tmn2 kita gpp nonton film porno asal ngga nafsu. masuk akal? masuk akal ngga?

– udah…kalo udah ada dalil, ngga usah diutak atik..

– hadisnya ngga membedakan musik hawa nafsu dengan musik tanpa hawa nafsu…

– ngeliat aurat, pake ato ngga pake hawa nafsu sama2 dosa…ok?

–2– eh bunyi hadisnya kan gini ‘akan ada dari sebagian umatku yang mengahalkan zina DAN sutra DAN khamr DAN alat musik. ‘

– kan Nabi salallahu ‘alaihi wasallam pake ‘DAN’..dimana dalam rumus matematik, dan itu haruslah kejadian yang beririsan

– berarti yang haram itu, alat musik yang dibarengi dengan zina, minum khamr, dan sutra(eh sutranya gimana dong)… #tepokjidat

– berarti boleh dong, zina asal ngga pake alat musik..

– PARAH BANGET….inilah kalau orang udah pake logika (doang)..

– udah, gini..kalau udah ada dalil jangan pake logika lagi…

–3– maksud Nabi salallahu ‘alaihi wasallam ‘menghalalkan’ disini adalah menganggap halal karena KEBODOHAN atau menganggap halal karena KECEROBOHAN. kenapa?

karena Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam, bilang ‘umatku’ = umat Islam.

– jadi kalo ada yang menganggap halal zina, miras, sutra, musik karena kecerobohan(ngga sengaja) itu NGGA MURTAD.

– tapi SETELAH dia TAU kalo zina dkk itu haram dari Qur’an dn Hadis, tapi dia tetap MENGANGGAPNYA HALAL. maka dia itu murtad.

– clear..? kalo kita udah tau ini haram, lalu kita bilang ini halal, kita murtad. jadi menganggap halal disini adalah menganggap halal karena ketidak tahuan. sipp?

——————————————-

#PART5

ULAMA yang menghalalkan musik…

— oke,,pertama ada ulama Syi’ah, dia bilang ‘musik itu halal menurut kesepakatan kaum muslimin’.

– kata ibn Tamiyyah, ‘dia itu DUSTA’. itu bohong.

–  ulama yang 4 : Hanafi, Maliki, Hambali, Syafi’i semuanya sepakat kalo alat musik itu haram

– Yusuf Qadrawi dalam bku Halal dan Haram bilang, ‘Imam Malik membolehkan musik dan nyanyian.’ subhanallah, ini adalah nukilan yang sangat bathil….

— Imam Malik pernah didatengi seseorang, ditanya ‘Imam Malik, apa pndapatmu ttg alat musik.’ beliau bilang ‘haram’. ‘loh tapi di Madinah banyak yang main musik’. Imam Malik jawab, ‘orang2 yang main musik itu orang2 fasik di antara kami’.

– orang2 Madinah bs jadi dalil ngga?

– ngga boleh, please udah tau kan. dalil itu Qur’an, Hadis, dan Atsar. klo ucapan/perbuatan orang Madinah mah ngga bs jadi dalil..perbuatan manusia ngga bs jadi dalil,

— ibn Umar punya tmn namanya ibnu Jafar. ibnu Jafar punya budak, jago main GITAR. akhirnya ibnu Umar mau beli budak ini dari ibnu Jafar karena temenan, tmn dagang.

– pas mau dibeli, budaknya lagi main gitar, ibnu Umar bilang, ‘alat musik setan. cepet jual budaknya ke aku.’

– Yusuf Qadariawi bilang apa? ‘dari sini dalil bahwaa alat musik itu boleh’.

– jregg, ibnu Jafar TEH SAHA? sahabat aja bukan.. apalagi disana ada ibnu Umar yang bilang, ‘itu alat musik setan, cepet jual budaknya ke aku aja, jangan sampai biarin dia main musik terus.’

– Ibnu Umar aja bilang begitu, ini atsarnya Shahih.

—————————————-

#PART6 -Dalil2 yang keliatannya membolehkan musik-

[1] dalam HR Bukhari. Aisyah punya tmn sepantaran, lagi bawa rebana, dipukul2 sambil nyanyi2. kemudian datang Nabi salallahu ‘alaihi wasallam, dalam kondisi ngga suka, tidur sambil menutup wajahnya dengan kain. datang Abu Bakr, langsung bilang, ‘alat musik setan di rumah Nabi salallahu ‘alaihi wasallam?? apakah pantas ada alat musik setan di rumah Nabi salallahu ‘alaihi wasallam??’.

trus Nabi salallahu ‘alaihi wasallam bilang apa? ‘Abu Bakr, biarkan mereka. hari ini hari Ied. dan semua orang punya Ied-nya, biarkan mereka’.

– Naahh, sebagian ulama termasuk Yusuf Qadrawi menjadikan ini dalil bolehnya alat musik.

– padahal  bukan seperti itu….

– ketika Abu Bakr bilang, ‘apakah pantas alat musik setan ada di rumah Nabi salallahu ‘alaihi wasallam??’. Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam TIDAK MENCELA perkataan Abu Bakr itu. setuju, artinya takrir.

– Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam setuju dengan pendapat Abu Bakr itu, tapi Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam memarahi Abu Bakr-nya, kenapa? Karena Abu Bakr ngebentak anak2 kecil. dan itu di hari mina.

– bahasa simpelnya kata para ulama pentakhrij hadis ini (ini bukan perkataan Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam, tapi ini menafsirkan ucapan Nabi salallahu ‘alaihi wasallam supaya bahasanya lebih mudah dipahami) :

‘wahai Abu Bakr, pendapatmu bahwa ini adalah alat musik setan adalah pndapat yang aku setujui, itu adalah pndapat yang benar. akan tetapi ini adalah hari mina. dimana di hari ini diperbolehkan rebana bagi anak2 kecil perempuan.’

– jadi yang diperbolehkan : REBANA yang dimainkan ANAK KECIL PEREMPUAN di hari kita Idul Fitri, Idul Adha atau hari2 Mina. dan laki2 ngga boleh main rebana kapanpun. ini TAKRIR. silakan yang belum paham, cari2 lagi bahan apa itu takrir.

[2] dari ibn Umar, Nabi salallahu ‘alaihi wasallam mendngar suara seruling seorang penggmbala kambing, kemudian beliau menutup telinganya dan kemudian beliau mengambil jalan yang lain. Ibn Umar pun mengikuti beliau. Dan Nabi salallahu ‘alaihi wasallam salallahu ‘alaihi wasallam pun ngasih tau ibn Umar, bahwasanya ada suara setan, seruling itu suara setan.

– nah kata Yusuf Qadariawi : kalo emang suling itu haram, maka Nabi salallahu ‘alaihi wasallam ngga cuma nutup telinga, harusnya ngelarang.. bilang ke penyuling kalo suling itu haram, jangan mainan suling.. Tapi Nabi salallahu ‘alaihi wasallam nutup telinga aja lalu  pergi..tanpa ngelarang sang penggembala

– kata para ulama pentahqiq(yang meneliti hadis ini), ada 2 kemungkinan besar (hampir pasti)…

*1* kemungkinan pertama : dia main musiknya dari JARAK YANG JAUH, tapi suaranya terdngar, mungkin banget di gurun, apalagi kalau angin berhembus kencang….

– yang bisa diambil dari hadis ini begini : ngga wajib bagi kita klo ada yang main musik 1km dari tempat kita berdiri sekarang, kita ngingetin NGGA WAJIB, klo ngga ada motor/kndaraan..datang ksana dia udah lari dluan..makanya Nabi salallahu ‘alaihi wasallam tadi tidak melarang..

*2* kemungkinan kedua(paling kuat) : ini adalah hadis yang di-MANSUKH (hadis yang muncul di awal2 Madinah, awal2 Islam)…di awal islam prnah ngga sahabat mabuk di dpn Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam? pernah..Nabi salallahu ‘alaihi wasallam melarang? ngga, karena belum turun ayatnya, jadi belum diharamkan… tapi setelah turun ayatnya,,langsung sahabat “sami’na wa atho’na”..langsung banjir khamr di madinah itu(karena botol2 khamr dipecahin)..

– jadi kemungkinan besar ini terjadi di awal2 Madinah

[3]– ttg ‘tholaal badariu ‘alayna’ ini sepakat ulama, hadisnya DHAIF. MUDHAL : sanadnya terputus dalam dua sanad scra berkesinambungan. jadi jelas hadis mudhal itu ngga bisa diterima.

[4] hadis terakhir yang suka dijadikan dalil. ada seorang budak wanita yang datang ke Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam, ‘ya Rasul, aku begitu senang engkau selamat dari perang..aku udah nazar ya Rasul kalau misal engkau datang dengan selamat aku akan menabuh rebana..’,

kata Nabi salallahu ‘alaihi wasallam, ‘laksanakanlah nazarmu’

– kalopun hadis ini shahih, main rebana cm boleh utk 3 waktu : Idul fitri, idul adha, mina | walimahan | ketika menyambut ssorang yang plagi dari perang… Ngga boleh di waktu lain, dan ngga boleh selain rebana..

————————————————-

 

#PART7 -NYANYI TANPA ALAT MUSIK-

– hadisnya sngitu banyak, salah satunya Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam bersabda : ‘dalam syair itu terkandung hikmah’

– dalam hadis lain : ‘syair itu adalah seperti ucapan’

– banyak dalam riwayat lain. Bilal, Abdurrahman bin Auf nyanyi dengan syair yang indah, bareng sama sahabat yang lain.

– para sahabat ketika bersyair disenandungkan juga, diperindah juga. cuma emang ngga berlebihan

– tapi ngga boleh ada joged2nya..

– jadi, menyanyikan syair syarat2nya:

>pertama tergantung lirik (kalo liriknya bagus boleh),

>kedua ngga boleh pake jejogedan,

>ketiga (paling penting) NGGA BOLEH DINIATKAN IBADAH, tapi klo kita nangis gara2 liriknya itu boleh. kalo bingung misal gini, sy teh lari di saraga 10menit, boleh sepakat? Boleh..tapi kalo pas lari diniatin, tiap langkahnya dapat pahala 1, dan menghapus 1 dosa, itu ngga boleh… itu bid’ah, karena niatnya, bukan karena larinya. tapi kalo sy niat larinya supaya lebih sehat, supaya lebih getol ibadahnya, itu boleh… jadi kalo kita nangis karena liriknya, itu boleh.

– atau contoh lain, sy naik motor, ngantuk. sy nyanyi, biar ngga ngantuk, biar nnt ngga kecelakaan, itu boleh. tapi jangan diniatin dengan nyanyinya doang dapat pahala, itu yang jadi bid’ah

ALHAMDULILLAAH….

sengkap sudah pembahasan tentang musik…