Carilah Akhirat, Jangan Lupa Dunia

 
Carilah akhirat, jangan lupa dunia.

Allahumma..mindset apakah yang tertanam selama ini dalam benakku?

Cari dunia jangan lupa akhirat..?

– – –

Begini,
aku sekolah, sd, smp, sma, yang hampir semua sekolah vavorit, lalu kuliah di itb, kampus idaman banyak orang.
lelah? ya..jujur..
(bukan maksud melemahkan diri di masa2 uts seperti ini TT)
banyak uang terkuras,
banyak waktu terpakai,
banyak tangis yang kerap datang untuk menenangkan (oke ini lebay tapi jujur),

itu sebagian sudah terjadi dan sedang terjadi.

aku akan membayangkan ekspektasi orangtua, terutama ibu, jika aku telah lulus.
“kapan titik BEP usaha itu akan terbayar?”

. . .

Lelahku akan berlanjut sama, namun waktuku akan sirna jika menuruti itu semua..
Ada mindset yang sedikit keliru dari mereka memang..
Namun mengkompromikan keduanya, itu jalannya.
Bukan menyangkal, merasa ‘sadar’, lalu berbalik arah utuh meninggalkan itu semua.
Bukan..
Namun, bisakah? Let’s try..

Bukan mengikuti arus.. T.T
kamu akan menggunakan waktumu nanti untuk mencari uang lagi?
cari titik BEP-nya dimana..?
Begitu?

Mengkompromikan hal2 itu.
“Bu, aku mau mondok tahfidz, bolehkah?”
>> rentan ditolak, mau pake uang siapa? TT (bahasa-nya jangan gini)
“Bu, aku mau kerja tapi setelah itu aku mau mondok tahfidz, bolehkah?”
>> kenapa ngga disambi? pagi-sore kerja, malemnya nyantri..
“Bu, aku mau nikah trus mau bisnis sambil mondok tahfidz, bolehkah?”
>> yakin bisa fokus? kenapa ngga kerja dulu utk cari pengalaman? ah kamu nikahnya mah nanti aja kalau udah waktunya, jangan dicari dulu, biarin mengalir
“Bu, aku sebelum lulus mau nikah dan punya anak.”
>> …
“Bu, aku mau berbakti sama ibu, aku ingin fokus menghafal Qur’an supaya aku bisa bersama ibu sama bapak nanti di surga, jadi sebelum aku beranjak ke keadaan dunia yg lain aku ingin membekali diri dengan Islam, bolehkah?”
>> T__T belum tau respon ibu seperti apa T_T
“Bu, aku mau kerja sambil menghafal Qur’an, setelah itu nikah dan pengin fokus jadi ibu rumah tangga.”
>> itu hidupmu, terserah kamu nak, ibu akan selalu berdoa untuk kamu.

Berharap apapun keputusanku, jawaban beliau adalah jawaban yang terakhir.
Allahumma aamiin.

“Carilah akhirat, jangan lupa dunia.” -ubn

Advertisements

muraqabatullah

Bismillah.

Hati yang terdidik, hati yang terbimbing hanya bisa diperoleh dengan muraqabatullah.

Ia bina dirinya, dengan alasan.
Ia perlakukan lingkungannya, dengan alasan.
Dan ketika ia kehilangan alasan itu, ia merasa sedih, merasa hatinya telah mengeras.
Sehingga ia kuatkan lagi ketaatan utk menguatkan alasan dalam dirinya utk bergerak.
Alasan, ia menjaga itu di setiap langkahnya.

Betapa indah hidupnya.
bukan indah dalam pandangan manusia kebanyakan.
Namun, hatinya tenang, apapun yang dia alami.

Muraqabatullah, solusi terindah di episode hidup setiap anak manusia.

Ada Apa Malam Ini? #part4

#AAMI

banyak petuah yang benar2 indah disampaikan oleh Syaikh ‘Areifi.

(pause vidio)

A : mba, tau maksud tulisan itu? (Ada sekelompok orang yang mengibarkan bendera warna hitam di sebuah menara)
P : ngga na
A : itu tulisannya –> Yaa Husein..
Jadi agama syiah kan memang gitu ya. Syiah Nushairiyah, yang ekstrem ini yang di Suriah, bahkan mereka itu menuhankan Ali dan keturunannya.
Kalo ttg Syiah secara umum, udh tau kan mba?

P : haduh, belum na, huaaa….

A : hmm jadi gini, mulai dari mana ya..?
Intinya sebenernya, Syiah ini salah satu dari 6 sumber penyimpangan aqidah dalam Islam. Panjang banget mba kalo bahas sejarahnya, dari terbunuhnya Utsman bin Affan, dll..panjang bgt )’: lain kali aja ya mba kalo bahas ttg sirohnya.

Kita balik ke Syiah aja. Intinya, mereka menganggap 12 imam mereka itu ma’shum (ngga mungkin berbuat salah). Nah salah satunya(dari 12 imam itu) Husein.
Mereka mengkafirkan sahabat kecuali yg 4 (Ali, Miqdad, Salman, Abu Dzar) dan kecuali keturunan2 Ali.

Agak nyambung juga.
Jadi, mereka itu tiap hari Asyura yang suka menyabetkan golok ke kepala mereka sendiri, rantai ke punggung mereka sendiri, dan bentuk “ratapan” lainnya

P : oh gitu..



Ada Apa Malam Ini? #part3

#AAMI

Entah di potongan pembicaraan yg mana video beralih ke video 2.

A : mba, ini yg khutbah Syaikh ‘Areifi, beliau yang nulis buku Enjoy Your Life
P : ooh iyaa? beliau org Suriah?
A : kurang tau, setauku bukan sih mba
Ini yang tadi disetel pas di masjid upi kan mba.
P : kok bisa sih pemerintahnya ngebunuh rakyatnya sendiri na?

A : tadi dijelasin, pernah kubaca juga artikel yg bahas awal mula revolusi di Suriah.
Jadi, dulu itu selama 40tahun, umat Islam sunni di Suriah dijauhkan dari Islam oleh pemerintahnya. Ya ngga boleh sholat, puasa, dll.
Selama 40tahun itu rakyat juga udah ngerasa tertindas.
Sampe2 waktu itu ada anak kecil, yang nulis di tembok pinggir jalan (yang intinya) “Turun kamu Bashar Assad”

Esok harinya, anak itu menghilang.

Lalu ngga lama setelah dicari2 orangtuanya ngga ketemu..
ditemukan kepala anak kecil tadi di tengah jalan.

P : Ya Allah, sadis bgt

A : lalu rakyat geram..mereka keluar rumah buat demonstrasi..
1hari? ngga.. 1minggu? ngga, belum..6bulan..mereka berdemo
Dan di masa2 demo itu rakyat sipil mulai banyak dibunuh oleh rezim Assad.
Hingga puncaknya, 2011 meletuslah revolusi Suriah, sampai sekarang.



Dialog Pembangsaan #2

F : Ada yg tau 7 kata itu apa?
Coba share di sini

A : “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” berganti menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”
F : Lihat kalimat: syariat islam bagi pemeluk2nya.
Dalam piagam madinah, syariat itu berlaku bagi muslim dan non muslim, bukan bagi pemeluknya saja (muslim)
A : baru nyadar
dihapus pun alasannya apa? lbh kejam lg berarti

F : Bila piagam jakarta diterapkan akan muncul beberapa permasalahan:
1. Bila pidana terjadi antar muslim dan non muslim
Akan diperkarakan dengan apa?
Syariat Islam atau bukan?
2. Bila orang Islam menilai syariat Islam terlalu berat, bisa jadi mereka akan murtad

Bila sudah murtad, kan ngga bisa dipake lagi syariat terhadapnya
Bisa jadi, malah umat Islam jumlahnya menyusut
Terkait dengan penghapusan,
Memang itu inisiasi para nasionalis yg takut islam akan mendominasi
Apapun itu, ana sepakat dengan ust saiful islam bahwa penghapusan itu memang taqdir positif bagi umat Islam
Walaupun harus kita garis bawahi bahwa sejarah mencatat, penghapusan tersebut juga merupakan pengkhianatan kaum nasionalis thd islamis

(tiba2 muncul di wa)
Ar : Waahhh baru tau bgt lah ttg ini……

R : Klo menurut saya pemikiran itu terlalu rumit kang
Krn dlm piagam jakarta pemimpinnya harus muslim yg tertuang dlm UUD
Lalu negara tertulis berdasarkan syariat Islam yg juga tertuang dlm UUD saat itu
Saya setuju klo pancasila itu multitafsir tp piagam jakarta tidak multitafsir
Perubahan dr piagam jakarta ke pancasila itulah yg menyebabkan terhapusnya semua btk hukum yg menguntungkan warga mayoritas, yaitu umat Islam
Di sana memang terlihat umat Islam dikhianati krn hanya krn Moh Hatta bertemu dg seseorang yg tdk dikenal, maka moh hatta menghapus semua hukum yg berlabel Islam.
Dg alasan, nanti gampang lah ke depannya bisa disempurnakan.
Terkait syariat bg pemeluknya, menurut saya tdk akan serumit itu. Krn pemimpinny harus muslim dan dasar hukum negara adalah syariat Islam. Mungkin itu maksudnya pada tataran mengenakan kerudung bg wanita.
Yg sifatnya lbh personal.
Tp coba saya cek lagi di dokumennya nanti.

F : Klo 7 kata itu ditulis dan syariat yg berlaku “cuma” kewajiban kerudung, ngga penting banget para ulama memperjuangkannya. Justru karena syariat yg dimaksud adalah syariat Islam, makanya para ulama banyak yg gigih memperjuangkannya.

R : Bukan kang maksud saya. Mungkin, knp para ulama akhirnya srpakat ditambah “bagi pemeluk2nya”, agar hukum itu tdk mencederai agama lain. Tp syariat Islam tetap bisa ditrgakkan secara menyeluruh.
Walaupun sempat berselisih apakah perlu ditambah atau tidak anak kalimat itu yg berbunyi “bagi pemeluk2nya”.
Utk agama negara adalah agama Islam, saya masih mencari dokumennya. Saya takut salah ingat.
Yg pasti sempat diusulkan oleh Wahid Hasjim agar ditulis agama nrgara adalah agama Islam. Hanya saja sy lupa keputusan akhirnya gmn dan apa pertimbangannya.

F : Iya, dan ternyata klo piagam jakarta berlaku, itu tadi, akan ada beberapa ketimpangan, karena secara tekstual, syariat hanya diberlakukan bagi umat Islam saja. Padahal berapa banyak umat Islam yg tidak paham dan tidak menghendaki syariat Islam, bukankah mereka bisa jadi lebih memilih utk murtad daripada melaksanakan syariat Islam?

Jadi, benar bahwa penghapusan 7 kata dalam piagam jakarta itu merupakan pengkhianatan bagi kaum muslimin, namun ada hikmah besar dan ibrah yg sgt positif di balik taqdir Allah atas kejiadian tersebut. Wallahu a’lam…
Terkait dengan usulan Wahid Hasyim sendiri kan tidak diterima konstitusi, sampai sekarang uu 29 ngga ada kata agama negara agama Islam.
Jadi, dasar negara sejak awal didirikan memang bukan Islam dan yg termaktub dalam piagam jakarta adalah kewajiban melaksanakan syariat bagi pemeluk2nya.

Yg kita bicarakan di sini piagam jakarta yg udah jadi kan? Bukan proses pembuatan piagam jakarta?
Makanya bila dibandingkan dengan piagam madinah, jelas sangat berbeda.
Wallahu a’lam.

R : Jika hukum hudud tidak ditegakkan berarti sama saja negara tidak memberi kebebasan umat Islam dlm beragama.
Tapi pernah ada yg mengatakan saya lupa entah itu Ki Bagoes Hadikusumo atau siapa, kewajiban bg pemeluknya itu termasuk hukum hudud.
Dalam teksnya kan utk umat Islam “wajib” melaksanakan syariat Islam. Tapi utk agama lain “boleh” melaksanakan ibadahnya masing2. Jika terjadi konflik muamalah, tetap yg Muslim wajib melaksanakan syariat Islam.
Mungkin memang berbeda sedikit dg piagam madinah kang secara tekstual.. tp pelaksanaannya sama klo menurut saya.
Tapi emg sih sebagus apa pun undang2 klo masyarakatnya blm siap, syariat Islam tetap ga akan terlaksana.

Kang mau tanya, dr MPI, ustadz asal Bandung yg paling tepercaya ilmunya siapa? Ada ga yg dr Bandung? kayak ustadz anung… Mau diusulkan masuk MIUMI Bandung kang…

F : Iya karena multi tafsir tadi, makanya harusnya umat Islam berhenti berpikir untuk memperjuangkan Piagan Jakarta lagi, lebih baikn langsung aja Syariat Islam atau klo mau “lebih halus”, tawarannya adalah Piagam Madinah, secara tekstual tidak multi tafsir dan jelas ketentuannya. Bahwa syariat Islam yg digunakan untuk seluruh umat dan semuanya wajib tunduk.
Wallahu a’lam.
Utk ustadznya, ntar ana konfirmasi dlu ke orang2nya.
Halaqahnya jam8 ya, ane baru selsei acara mabit, tadi malem ikhwan2 MPI mabit.

Dialog Pembangsaan #1

A : Gmn pndpt kg fadhli ttg pancasila?

F : Pancasila itu multi tafsir
Tergantung dari mana dan oleh siapa ditafsirkan
Itu pancasila menurut ane

A: Tp katanya ini jg dirumuskan ulama2. Makanya Ketuhanan Yang Maha Esa, dijelasin di pembukaan uud ’45 jg “atas rahmat Allah”. Jd bukanlah tuhan yg lain. (Kata Buya Hamka)

Istilah adab yg cuma ada dlm islam pun diperjuangkan oleh 4 tokoh islam jg : wachid hasyim, agus salim, abikusno t., kahar muzakkir..
atau kg fadhli ngeliat ini terlalu ada fanatisme kebangsaan?

R : Mereka dulu ga ada fanatisme na..
Fanatisme kebangsaan muncul belakangan..

F : Iya kan ane bilang multi tafsir

Menurut Soekarno, Pancasila itu Nasakom
sy pngn liat dr banyak frame. ngga ngeliat yg abu2 itu jadi salah aja isinya.
Silakan aja, setiap orang bisa melihatnya dari sudut pandang mana pun

A : tp soekarno pun inkonstitusional sbnrnya, katanya, wkt itu kan ditentang sm mohammad natsir. tp beliau malah dipenjara

F : Namanya juga hasil pemikiran manusia
Jadi, baik pancasila maupun perundang2an di NKRI, selain kata2nya banyak mengundang multi tafsir, juga banyak memiliki celah untuk digunakan sebagian orang dalam menguntungkan ambisi pribadinya
Pancasila dan UUD45 itu bebas nilai
Makanya dia ngga kokoh saat dijadikan dasar negara

Gini, Indonesia itu negara demokrasi?
Atau negara pancasila?
Atau negara demokrasi pancasila? 

A : 2-2nya bkn?
F : Emang ada?
Karena bebas nilai dan multi tafsir itulah Indonesia dibentuk sesuai dengan kehendak penguasanya
Dan itulah kenyataannya, bahwa demokrasi hakikatnya adalah diktatorisme

A : Oh, beda pancasila sm demokrasi apa kg?
F : Itu yg ane ngga tau
Tapi yg pasti pancasilais yg fanatik menolak negara demokrasi, aneh kan ya?
Sampe banyak tuh spanduknya: Indonesia bukan negara demokrasi tapi negara pancasila

(tiba2 muncul)
I : Iya banyak kang…
Beda nama aja mgkn, demokrasi hsl barat pancasila hsl pribumi pdhl isinya 11-12 #soktau
F : Bisa jadi

A : Misal gini.
Ada seorang yg fokus dlm dakwah ttg adab.
well, beliau blg.. di pancasila pun gt, krna sejarahnya ulama2 pun ada andil utk menyusunnya. shg adil, adab, Ketuhanan Yang Maha Esa pun ikut jadi bagian dr pancasila.

Disni ada pembelaan thd pancasila yg katanya multitafsir itu.
Boleh ngga sih sbnrnya ini disampaikan?
sy jg kalo ditanya msh bingung. ini sesuai dgn islam, atau bertentangan? atau gmn sbnrnya?

R : Pancasila itu berasal dr piagam jakarta
Isi piagam jakarta itu udah persis piagam madinag
Madinah

F : Klo dakwah ke orang pancasilais, mungkin bisa dakwah begitu
Tapi klo ke umum, lebih baik ngga
Khawatirnya malah jadi pembenaran para pancasilais bahwa indonesia ngga butuh syariat Islam
Piagam Jakarta itu beda sama Piagam Madinah
Silakan baca “Piagam Jakarta atau Piagam Madinah” Ust Saiful Islam
gmn isinya?
Intinya, Piagam Madinah itu lebih baik dari Piagam Jakarta
Dan dihapusnya 7 kata dari Piagam Jakarta justru menurut Ustadz Saiful Islam adalah ketentuan Allah yang berdampak positif bagi umat Islam

A : Kok?



art? art of Think? art of Religion? ~_~

* *  ini komentarku terhadap sebuah artikel yang bikin gerah ~^^~ * *

syukran wa jazakillahu khair mba, artikelnya bagus, hehe
tapi sayang terlalu men-generalisir ^^v

ulama2 yang masih ber-Islam dengan ilmu, mereka itu belajar dari guru2 mereka (talaqi) juga dari buku2. inilah sebenar2 warisan islam. bukan bangunan, kuliner, atau fashion. warisan kita itu ilmu.

Nah, masalah sebenernya ada disana. Ilmu, bukan di ilmu islamnya, tapi di orang2 islamnya, yang makin jauh dari ilmu.

Mereka yang kynya suka pada ribut2 itu ya karena ilmunya msh minim, atau ilmu yang didapet ngga diamalkan. Karena dlm islam itu diajarin tazkiyyatun nafs (pensucian jiwa), muamalah, akhlak ke sesama muslim dan ke sesama manusia, fiqh tentang hukum asal debat itu haram(kec.utk kondisi tertentu), etc.

Artikel ini menafi-kan itu semua (menurutku), bahkan ekstrem.
Kenapa?
karena dia pengen memasukkan logika pluralisnya.

Nah balik ke ilmu, kalo kata ust bachtiar nasir, “Yang suka mengkotak2an itu yang di bawah2 aja, yang di atas2 udah pada melebur.”
Maksudnya, ya yang suka ribut2 main emosi biasanya ya yang dibawah2 aja, yang baru belajar islam, hehe aku awal2 juga gitu ^^v

Klo sengaji-nya aku, tentang syarat2 syahadat, syarat pertama itu ilmu, yang kedua itu keyakinan yang menghilangkan keraguan. (Dan 5 syarat yang lain, ada 7 syarat).
Nah dsni keliatan, tujuan kita nyari ilmu islam kan supaya tenang, tenang karena kita yakin udah berada dalam kebenaran. Klo ragu satu hal, cari ilmunya, ragu lagi, cari lagi, sampai kita di-yakin-kan oleh Allah. Dipahamkan, dan ditenangkan hatinya oleh Allah.

Nah, terus lakum dinukum waliyadin, (sengaji-nya aku) maksud ayat ini “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”,
maksudnya itu kita membiarkan orang di luar islam tetap dlm agamanya (ngga maksa),, bukan saling membenarkan.

Artikel ini seolah ngekritik, kita ngga boleh bilang, “saya yakin agama saya itu benar, dan agamamu salah.”
Lah kalo ngga boleh gitu, berarti kita ngga boleh yakin dengan kebenaran Islam? wah udah menyalahi syarat syahadat ini, syahadat kita perlu dipertanyakan.

Disana juga disebut, musuh utama itu bukan kekufuran dan kesyirikan (kristen, buddha, hindu)..
Aduhh, ini dengan mudah dijawab Allah (salah satunya) di surat Mumtahanah ayat 4 :

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِىٓ إِبْرٰهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءٰٓؤُا مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدٰوَةُ وَالْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُۥٓ إِلَّا قَوْلَ إِبْرٰهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن شَىْءٍ ۖ رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”.

Jadi kesimpulannya, perbedaan itu pasti terjadi, perpecahan umat ini menjadi 73 golongan itu pasti trjadi.
Terus?
Coba deh ikut pemahaman para sahabat. Mereka itu nanya-nya bukan “gmn mmpersatukan golongan2 itu” , tapi “jalan mana yang selamat”.
Tugas kita itu jalan di jalan islam dengan melakukan syariat yang Allah tentuin dengan hati yang yakin.
Adakah yang lain?

Hehe rada sok2an dan menggiring masa biar ikutan pluralis artikelnya ini ^^v

Wallahu a’lam
 

Ujian terakhir (?)

Kenapa selalu merasa gini?
Ini ujian terakhir semester ini, akhirnyaa…
Rasa ayemnya luar biasa
Adakah ini salah?
Agaknya begitu, itu keliru

Allah ngeliat kamu setiap saat..!

Ini hanyalah ujian fana yg menguji ketahanan kita sebagai manusia sesungguhnya diuji.

Berkurang kualitas ibadahnya ngga?
Berkurang tilawah sama tarjamahnya ngga?

Ah sudahlah,
Katanya ujian malah nulis (baca : curcol)..

* * *

Ini baru ujian yg saya rasa kepake seumur hidup, dan sampai dimulainya kehidupan yg sesungguhnya.

Because,
Life is not a real life

*ujian halaqah

ujian halaqah mahasiswa pecinta islam

nawa – yanwi – niyyatan

nawa – yanwi – niyyatan

niyyatan means : memiliki maksud yg seketika itu dikerjakan

Image

 

***

niat…
(jika rusak..)

ia bisa membuyarkan segalanya..!
ia bisa meruntuhkan amalan, sebesar apapun atau sekecil apapun amalan itu..! (meski tak seluruh amalan dalam hidup, karena hanya syirik akbar yg mampu)
ia sangat halus geraknya, mudah terbelokkan..
karena hati manusia itu lemah..
(apakah ini sebuah pembenaran??)
hey…!!!

aku saat menulis ini pun,
ragu…
adakah niatannya benar? TT

Allahumma….

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah..
kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat..
kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.
Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

– ar Rum : 54

hmmmm……
berat, berat Ya Allah…

buat apa ditulis kalo gitu?
aku menuliskannya, agar ilmu dan khilaf itu terrekam..
bukan utk mengumbar khilaf, terlebih menjadi aib, bukan (ngapain aib diumbar2?)
agar teringat,,
agar teringat utk kembali meluruskan niat..
agar teringat utk mengarahkan hati kembali ke jalur-Nya..
jika sudah tidak bisa, agar Allah berkenan mengganti hati yg telah mengeras ini, dengan yang baru..
agar..
ah.. (kau simpan lah itu sendiri agar2 lainnya, antara engkau dan Allah saja…)

TT

lalu?
terakhir,
ini hanyalah ajakan kepada diri,
mari saya luruskan niat,
dalam saya menuliskan hal ini, dalam saya saat membaca kembali tulisan ini,
untuk apa? meluruskan niat untuk berdoa, agar Allah bisa meluruskan niat hati ini..

***

mari hapal do’a2 ini (hapalin na, hapalin…)

1. Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.”
(HR. Ahmad dan at Tirmidzi)

2. Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atik
“Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.”
(HR. Muslim)

3. “Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.”
(Hadits Shahih riwayat Ahmad)

***

ini baru satu.. (do’a)
agar ikhlas, agar niat itu terjaga.

cara lain ?
1. tadi, banyak berdoa (berdoa, tapi dihayati na..jgn kosong dan di lisan aja)
2. menyembunyikan amal kebaikan
3. memandang rendah amal kebaikan (bandingin sama amalan para sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in.. mbrebes mili bacanya TT, bahkan gak layak dibandingin)
4. takut akan tidak diterimanya amal (jgn ke-PD-an..)
5. tidak terpengaruh oleh perkataan manusia (meski diucapkan oleh orang yang kita sayangi)
6. menyadari bahwa manusia bukanlah pemilik surga dan neraka (pandangan mata mengarah ke Allah -saja-, tapi tangan merangkul manusia..)
7. ingin dicintai, namun dibenci

(sumber 7 kiat di atas : http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/inginkah-anda-menjadi-orang-yang-ikhlas.html)

Tinggalkan ia, tinggalkan saja

kalau ada kabar tak pasti yg berhubungan dengan keyakinan berIslam kita (ngga dr Quran atau Hadits), terlebih hanyalah novel atau cerpen..
ya hati2 aja, cerita2 itu bisa masuk ke alam bawah sadar, terngiang2 shg merenggut keyakinan kita dari ilmu pasti(Quran dan Hadits)..

Terlebih jika udah merenggut ranah aqidah, surga neraka, atau yg lainnya.

Serem..ya serem.. *merinding

kalau kita denger sesuatu yg ganjil, tentang diin ini, tp ngga ada landasan ilmunya..(Qur’an atau Hadits)
Tinggalkan, itu lebih baik.
Yuk, cukupkan diri dengan belajar Al Qur’an dan Hadits.

 

***

 

sudahlah, saya ga tahan, mau sebut merek. karena fatwa MUI pun udah keluar gitu, jadi …

di buku ini :

Novel karya Kang Dicky, pendiri LSBD HI (Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman)

Novel karya Kang Dicky, pendiri LSBD HI (Lembaga Seni Bela Diri Hikmatul Iman)

agak ngeri isinya..hingga fatwa MUI pun turun, tentang kesesatan pemikiran  di HI.

yup, ini novel..INI MEMANG NOVEL…bukan kitab suci bukan..

tapi, kalau novel ini udah menguasai pikiran kita, gimana tuh? bagaimana bisa BERTAHAN menghadapi UJIAN AQIDAH ini jika pondasi rapuh, atau bahkan ngga ada pondasinya?

 

 

qadarullah, dulu pas TPB(Tahap Persiapan Bersama), tingkat satu di kampusku. aku daftar euy, yup daftar unit Hikmatul Iman ini.

dan ternyata rencana-Mu begitu indah. jam latihannya bentrok kuliah terus, jadilah aku terhindar dari sana.

berikut data lengkap fatwa MUI tentang kesesatan HI :

http://metafisis.net/2013/05/29/surat-rekomendasi-majelis-ulama-indonesia-kab-cianjur-tentang-paham-menyimpang-hikmatul-iman/

 

***

 

Ihdinash shiratalmustaqiim…tunjukkanlah aku jalan yang lurus…

Engkau melihat ikhtiar ini, kegelisahan hati ini. Tetapkan aku dalam hidayah-Mu, matikan aku dalam keadaan Islam Ya Rabb..

Allahumma aamiin….