1st Day Eid al-Fitr

Bismillah..

Hati yang mengeras nampaknya memang sulit untuk bersimpati, untuk berempati
Lebaranku diisi apa memang?

Hari #1 : setelah shalat Ied silaturahim dgn tetangga. Begitu damai shalat yang kurasakan. Tak sempurna jelas, karena aku tidak maksimal di 10 malam terakhir.
Allahumma menyedihkan sekali diriku, apa yang kulakukan di 10 malam terakhir???
Fokus apa? Apa dirimu menjaga hati kala itu? Menjaga dari tertawa yang mematikan hati? Menjaga diri dari hal2 yang mengotori qalbu?
Apa yang kau lakukan??

Allahumma ajari aku untuk menjaga diri dan hati untuk persiapan Ramadhan. Teguhkan hatiku untuk menghindari maksiat. Yang kusadari atau tidak.

Allahumma aamiin..

Lalu setelah silaturahim tetangga, sungkem dengan ibu. Aduh, selaly dan pasti sedih kalau sungkem dengan ibu. )’: aku banyak dosa sama ibu T_T
Untuk teman2 di luar sana, jauhi gengsi saat minta maaf sama ibu apalagi di momen Lebaran.

Lalu ayahku dan kakak2ku datang. Sungkem dengan ayah. Salim dengan kakak2ku.
Allahumma…how beautiful…
Kakakku yang udah momong anak dua, tetap bersahaja dan makin nampak utuh identitas dirinya sebagai seorang perempuan.
I love sharing with my sister.

Lalu sorenya kami ke rumah Budhe Rodhikun di Prompong, Baturadden.
Yah, beliau adalah salah satu yang dituakan di keluarga ibuku.
Sebenarnya beliau anak ke-3 dari kakekku.
Hmm….urutannya ada Pakdhe Koko, Pakdhe Wit, Budhe Rodhikun, Pakdhe Yono, Budhe Asih, Ibuku, dan Om Wawang.
Pakdhe Koko telah diambil oleh Allah, keluarganya ada Magelang. Pakdhe Wit ada di Salatiga. Sisanya di wilayah Purwokerto semua. Budhe Rodhikun di Prompong, Pakdhe Yono di Ledug, Budhe Asih dan Ibuku doi Kalibagor, Om Wawang di Purwokerto (lupa nama kecamatannya).

Alhamdulillah karunia Allah begitu besar. Aku dan keluargaku masih dapat berkumpul di sini. Betapa bahagia masih dapat berada di tengah2 mereka. Beda sekali dengan suasana ketika keluargaku masih di Tangerang.. di perantauan, tak ada yang dapat diminta tolong kemudian menyahut dengan ikhlas kecuali Allah. Meski disayang oleh tetangga2 di Tangerang, namun rasa ikhlas dalam memberi pertolongan terasa berbeda. Ada faktor kebaikan dulu yang harus ditanam, ya Ayah Ibu bagiku sangat dermawan, nyah nyoh kalo Banyumas style, kepada tetangga2 sekitar.
Alhamdulillah aku belajar dari sana.

Hari pertama ke rumah Budhe Rodhikun, ditutup dengan makan bakso di sana. Dirimu tau banget budhe, kami butuh makanan seperti ini..
Lalu ke rumah Pakdhe Yono, sungkem dengan beliau. Istri Pakdhe Yono pun telah diambil Allah di bulan Mei kemarin. Allahumma kuatkan keluarga mereka, teguhkan dalam ber-Islam.

Lalu? Selesai hari pertama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s