Kisah Perjalanan Kape

Bismillah.

Ini tentang kape.

#1 akhir pekan-1 : pulang ke bandung sama ayahnya temen, balik ke pangalengan pake motor.

Subhanallah jalannya luar biasa, berangkat sore jam 4.30 an, lalu nyasar di bandungnya, hape mati karena baterai habis.

Akhirnya..jadi ke pangalengan saat itukah? Minggu sore?

Hiks..allahumma ngga berkah-kah? Ngga berkah Ya Rabb? Aku safar sendiri?….

Akhirnya beli power bank di ITC Kebon Kalapa, dan melanjutkan perjalanan.

Sampe pertigaan jalan raya pangalengan setengah7 malem T.T
Then? Melewati jalan raya pangalengan yang jadi spooky karena itu malem2 T_T
Berkelok2 bak hidup dan mati beda tipis ketika bermotor di sana.

Alhamdulillah perjalanan menyeramkan itu berakhir, dan akupun selamat sampai pangalengan~~~~~~~~~

– – – – –

#2 akhir pekan-2 : pulang ke bandung pake motor, balik ke pangalengan pake motor.

Ke bandung ngapain? haha belajar bhs arab, belajar sm kakak power ’10, ngobrol sm kak zahrina, ngobrol sm roro, ngapain lagi yaa? lupaaa…. ^_^

– – – – –

#3 akhir pekan-3 : mau mudik purwokerto ceritanya..

Pakai shuttle kantor sampe cileunyi, yah jam4 smp stngh7..

Ohya itu malam pertama Ramadhan untukku….orgtua Muhammadiyah jd ngikut mereka.

Lalu apakah berjalan mulus?

No…..Allah seperti memberi tanda, jangan SAFAR SENDIRIAN……
Diri ini nunggu di masjid dket RS AMC, sambil maghrib+isya…lalu nunggu travel yang akan hadir jam8.30 malam

Jam 8 berlalu, siap2 keluar.
Jam9 berlalu, ibu udh sms dan nelpon terus.
Jam10 berlalu, ibuku “dzikir an..”
Opsinya, mau balik bandung, tapiii ya udh malem, ngeriii. Atau mau ke pwt, tapiii ya ga dtg2 ni traveeeel….

Finally, alhamdulillah…10.30 kotak travel itu hadir dalam hidupku saat itu.

Dan di rumah pun kami berbahagia (meski 2 hari)

Lalu tetiba, panggilan kape pun menyahut ke otak..

Aku pun pergi naik travel ke bandung, lalu sambung naik elf buat ke pangalengan.

Naik elf juga bagai hidup dan mati, sebegitu “keren”nya bawa mobilnya pak supir elfnya.
Dengan aksesori angin alam, aroma “kesturi” dari mulut org2 berpuasa yg bicara di dalam elf, kemacetan banjaran yang menjadi akan selalu menjadi badai menyakitkan bagi pengendara mobil, serta himpitan tekanan dari kanan kiri (alhamdulillah kanan kiriku perempuan)

Lalu sampai lah diri ini di kos pangalengan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s