Kisah Kape Day #11

 
Bismillah.
kp day #11

Dimana kekuatanmu?
Tempa dirimu agar kuat, canangkan rencana hidup, namun sesuaikan dan luruskan alasan atau niat bermula-nya.

Lulus dengan IP yg ga malu2in, bisa nggak?
Hafalan Quran dan artinya, selesai sbg modal hidup. Yakin bisa gak tercapai?
Bukankah kamu ingin jadi ibu para mujahid dan mungkin para mujtahid? Lalu dimana usahamu?

Hidup ini bukan untuk dinikmati dan merasa tenteram di dalamnya na..
Allahumma.

Bimbing hati dan akalku agar tangguh.
Agar ia tersadar setiap hari, bahwa waktu istirahat bukanlah sekarang…
Waktu istirahat bukan sekarang..!
Dimana usahamu utk muraqabatullah?
Dimana usahamu utk bangun bersimpuh di hadapan-Nya?
Dimana usahamu utk meraih dunia, meneguhkan kedudukan Islam di muka bumi?

Allahumma..kuatkan aku..kuatkan hatiku..kuatkan diri ini..

Bimbing ia

Benahi niat
Jauhi maksiat

Bisa bisa bisa..!
Bismillah.

230614

Kisah Kape Day #7

KP day 7

Persiapkan puasa mu na.. )’:
Semester ini, terlalu banyak dosa menumpuk, hafalan hilang2 ngga nambah, bacaan ga selesai2, bagaimana hujjahmu di hadapan Allah na?

Al-Baqarah : 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِى وَلْيُؤْمِنُوا بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Diriwayatkan bahwa seorang Arab Badui bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah Tuhan kita dekat sehingga kita berbisik atau jauh sehingga kita berteriak (memanggilnya ketika berdoa)?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanya terdiam, sampai Allah menurunkan ayat di atas. (Tafsir Ibnu Katsir : I/219)

Bagaimana Allah tidaka akan mengabulkan do’amu ketika kamu ingin taqarrub kepada-Nya?

Cukupkan benar2 interaksi tak perlu dengan lawan jenis na….. )’:
Allahumma, mengapa dengan teman2 KP aku begitu cair?
Koordinasi perlu, tapi tak perlu separah itu na, bercanda dan bercanda,
I know you can handle it, I’m sure

Persiapkan hati untuk berpuasa, untuk mendekat ke Allah,
Besok ya mulai setor lagi,
Allahumma, make my heart strong…

Kamu ingin jadi penggerak ummat,
Bergeraklah,
Don’t stop learning, belajar ambil pelajaran, ambil hikmah,
Beramal-lah, amal yaumi adalah amunisi-mu,
Tell your love family, your love friends, dengan bahasa yang renyah namun ngena,

Hidup ngga berhenti di kuliah lalu mencari uang, menikah dan punya anak bukan?

Think big for this ummah.
Prepare yourself na.
Bismillah, kuatkan aku Yaa Rabb

170614

Kisah Kape Day #1

KP day 1 :
Jangan kelepek2 sama dunia.

Work for hours, ya jam7pagi-jam5sore.
Pulang-pergi dianter shuttle.
Makan 3x sehari dijatah.
Asuransi.
Gaji memadai.
Fasilitas minuman hangat/dingin, cemilan.

Ohh apa yang kurang?

Maa Syaa Allah..
Betapa dunia disuguhkan sangat menarik.
Mereka “menjamin” hidup!

Tapi ketika hampir 12 jam hidup digunakan untuk mencari dunia, dimana bagian untuk Allah?
Dimana perjuangan itu akan dimulai?
Perjuangan untuk “berislam sampai mati”?

Di sana bisa kok berislam, bisa sih..
Bisa sholat, bisa baca Quran, bisa dakwah kecil2an, bisa..bisa..

Allahumma..ini bagiku syubhat
Tapi,
How can we speak the truth loudly there?
Gimana kita bisa menggerakkan poros2 dakwah kalau kita mengekangkan diri 12jam di sana?

Ini baru day #1 na,
We’ll see

090614

don’t be afraid, i’m still waiting

Bismillah.

I’m waiting for that moment,
When i’ll say : “i’m speechless (‘: “
“yes, i accept it”

Jika dia memang yang terbaik, dekatkan kami, mudahkan Ya Rabb.
Jika tidak, jauhkan kami, beri kami jalan keluar.

Tidak memungkiri kehadiran yang lain.
Allah telah menetapkan hal itu untukku, untukmu dan untuknya.
Banyak dari “nya” telah mengganggu.
Yah engkau pun bagiku mengganggu.
Namun mereka tak sepadan.

Aku inginkan imam yang khusyuk,
Aku inginkan ayah yang hadir,
Aku inginkan mujahid yang ikhlas,

Namun kaca diri itu jarang kulihat sepertinya.
Mengharapkan banyak hal darimu, atau darinya, lalu lupa siapa diri ini.

Allahumma, jauhkan aku dari hubungan tak jelas seperti dialami teman2ku.
Jauhkan aku dari laki2 yang ingin adanya hubungan tak jelas itu.
Berkahi hubungan kami Ya Rabb, permudah jalannya.

Don’t be afraid, (‘:
I’m still waiting.

Jangan berasumsi akan hati seseorang [quotes]

Bismillah.

Jangan berasumsi akan hati seseorang.
Jangan pernah.
Asumsi ukuranku itu, dari yang netral hingga yg buruk sangka.
Kalau asumsi positif itu husnudzan namanya.

Husnudzan dia felt nothing.
Husnudzan pasti ada alasan baik dia melakukan hal itu.

(:

Bismillah.

Hijab.
includes the way a person walks, talks, looks, and thinks.
All of it should be done modestly and applies to both men and women.

Yuk hijabi diri dari prasangka/pikiran negatif.

Saya ngga terlalu ikut ke kelompok-kelompok [UBN quotes]

Zaman saya masih mahasiswa, saya ngga terlalu ikut2 ke kelompok2.
Tapi ketika liqo sama anak tarbiyah sy ikut, ketemu sm penasehat Anwar Sadat sy ikut, ketemu temen salafi ketemu syaikhnya juga saya ikut, duduk sama temen NU, duduk sama temen Muhammadiyah,
tapi kalau sudah harus mengkristal dan membenci yg lain, wah gue ngga ikut tuh.
Urusan gue kalo udah pada ribut2 kaya gitu, “yuk kita main bola yuk”, bersatu deh semua.

Anda juga harus aktif menulis. Sy bikin majalah sendiri, sy bikin media sendiri, kita fotocopy sendiri, kita yg sebarkan.

Dibutuhkan jiwa2 muda yg berani seperti ini, tapi dengan argumen yg kuat, karya tulis yg ilmiah, dengan sumber2 yg akurat, kemudian anda bicara dengan mereka.

– Ubn di PPI Salam UI

Pangeran Diponegoro [quotes]

Ok, i love this.

– – –

Pangeran Diponegoro, ia tidak menjadi penerus Hamengkubuwono, tidak disekolahkan di sekolah2 konglomerat saat itu. Jadi ia disekolahkan di pesantren, apa keren kira2 kalau saat itu anaknya disekolahkan di pesantren? Itu karena apa?
Hanya gara2 cara pandang ibunya yang berbeda dengan lingkungan keraton saat itu.
-ubn

“Saya tidak rela diangkat menjadi raja di tanah Jawa, atas restu penjajah.”
-pangeran Diponegoro