Bercandamu Gimana sih??

Tidak boleh bercanda dengan lelaki ajnabi /non-mahrom

“Tapi, dianya yang suka ketawa pas lagi ngajarin.”

Kamunya yang cool dong, bikin suasana itu kaku.

“Kaku? Ngga enaken sama beliau kalo gitu.”

Kamu ngga enaken sama siapa sebenernya. Ke Allah atau ke kakak2 itu?

“Mereka ikhwan, harusnya bisa jaga diri.”

Kamu akhawat. Dimana rasa malu-mu?

“Sering minta tolong aku-nya, jd ngga mgkn ngga cair suasananya.”

Bukan alasan itu juga.

Kamu ngerasa beda ngga sekarang, ketika udh biasa “bercanda” dan “cair” sama mereka? Bukankah mengikis rasa malumu itu?

” )”’: astaghfirullah…semua jadi seakan-akan biasa aja )’: “

Itu hal baik apa hal buruk? Coba pikir. Allah udah memberi batasan, lalu kamu melanggar, dan merasa nyaman disana, dan mulai menganggap itu hal yang lumrah.
Udah jauh sekali kamu, kalau kamu sekarang diingatkan dan ngga mempan.

“Iya na.. )’: “

Gitu dong mel, semoga Allah senantiasa menjaga hati kita ya.

“Allahumma aamiin”
Allahumma aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s