Lelaki itu Duda #2

Bismillah

Ada dua hikmah besar ternyata di sini dari Allah.

Pertama, jangan renyah kalau ngobrol dengan laki2 ajnabi (!!!!!!!)
I hate myself.

Apa akibatnya?
Yaelah, ngerembet kemana-mana lah..kamu mungkin illfeel sama dia, tp km ngga tau gmn hatinya, gm kondisi hatinya akibat ‘kerenyahan’ obrolanmu dengan dia.

Ya Rabb, aku emang jarang interaksi dgn laki2, lalu sekalinya diuji malah kaya gitu T_T

Ga sekali kayanya na, masa jahiliyah ga diitung? waktu proyek PKM sama laki2 semua kan? bahkan kemarin2, Allahumma dosaku…waktu nugas STE lalu tutor2?

T __ T

Oke oke.
Allahumma aku gini banget?

Dan hey..
Apa yg penting? Jangan ga berubah ketika kamu udah nuliskan ini.
Oke, kamu butuh mereka, di elektro apalagi. Tapi caranya.
Yuk diamalkan ilmu interaksi ikhwan-akhwatnya na.
Yuk na. Bismillah.

 

– – –

 

Kedua, tentang menjadi seorang ibu sekaligus hamba Allah yang sabar.

Mereka ingin sekali punya anak. Itu naluri hidup yg wajar. Lalu Allah coba tuk menahannya hingga sekarang.
Apa ibrohnya?
Untukmu na, belajar memahami ilmu kesabaran ketika Allah menguji di bagian itu.

Ini berat, pasti..Allahumma aku yg kecipratan rasanya (dari cerita bapak itu) pun merasa sakit.
Apalagi istri pak W T.T
Penantian 11tahun…hingga sang suami menceraikannya….
Allahumma..berat sekali itu ;_;

Lalu dari sana na, mulailah ikhtiar..
Coba mulai cek kondisi rahimmu, minyak zaitun rutinkan lagi minum, pengawet2, pemanis, pewarna sintetis kurangi dan hindari..
Cari di internet ttg penjagaan rahim gimana aja.

– – –

Lelaki itu Duda

Bismillah.

Suatu ketika ada seorang lelaki yg menghampiri saat aku makan mie ayam. Hmm..dia mengajak ngobrol )’:
Yah, salahku terlalu renyah (!) I hate myself..
Ternyata dia pemilik kedai mie ayam itu, ada 3 kedai ia miliki di purwokerto, 2 di jakarta, dan satu di cirebon.

Ngalor ngidul dia ngajak ngobrol, dan nyambung. Oh ya dia udah punya istri, ini yg bikin agak ayem (what?)

Waktu pun berlalu, aku kuliah.

– – –

 

Waktu pun berlalu, aku kuliah.
Lalu ia message tiba2, nanya kabar, nanya lagi dimana, lalu sy balik nanya ada keperluan apa. Dan dia pun ternyata ingin konsul tentang ruqyah. Yah kami sempat membahas itu memang ketika sy makan mie ayam disana.

Owh, oke orang ini lagi kesusahan, pikirku. Why not kubantu, kuhubungkan aja ke ustadz F yg jago ruqyah.

Masalah ia ceritakan, lalu kuforward ke ustadz masalah itu. Kemudian segera ustadz memberi jawaban. Cool…it can close the conversation, problem solved clearly, i think.

 

– – –

 

Problem solved clearly, i think.

Lalu aku mudik. Emm..aku ketemu L, sahabatku di Unsoed. Ketemu yah pengin nanya kabar, ngasih buku yg dia nitip beliin, nanya progres ta*r*f #eh
haha dia semangat kalo bahas itu, tapi tak apa, nyambungnya bisa ke gimana menjadi ibu yg baik. i love that kind of discussion. ❤
Menjadi istri kan nurut aja yah, patuh dan sebisa mungkin jadi temen ngobrol asik #whohoho
namun mebjadi ibu itu tak mudah, perlu mengkondisikan banyak hal.
Aduh..kebiasaan ngelantur melebar gini, hahaha

Back to the topic.

Ketemu salah satu sahabatku, lalu bapak ini pengen ketemu juga. Yasudah lah monggo, alhamdulillah jadinya bertiga.
Lalu ngobrol.
Wah sohibku yg punya bisnis kuliner, nyambung banget sama bapak ini ngobrol bisnis yg setipe. Ilmunya ngalir~ L sharing, bapak ini jg jadi ikutan sharing bisnis2nya, dan aku? haha nanya2 istilah yg ga ngerti, ngasih apresiasi ke momen2 bisnis mereka yg keren, lalu ditanya..”mba anna ada minat bisnis juga ngga?”
T_T mimpiku…
“Ada sih pak, tapi ya itu tekanan akademik di itb masih jadi batu terjalnya”

Yah, ngalor ngidul bisnis, hmm nostalgia mimpi. #lebay na

Ruqyahnya?

 

– – –

 

Ruqyahnya?

Bapaknya jelasin lagi,
“Begini…..
Di warung (ada 2) ada beberapa kejadian aneh
Ghaib modelnya
Di dalam lemari ada berserakan uang, padahal lemari rapet
Di warung yg satu lagi banyak suara2 aneh….
Kan serem juga..”

Lalu ya aku sampaikan lagi kata ustadz F, intinya aja. Kalau lengkapnya ustdz F :
” Bismillah.. Itu hanya sihir ilusi.. Himbau agar melanggengkan baca qur’an dan shalat sunnah di dalamnya..
Setidaknya jgn setel musik, setel murottal trutama surat al-Baqoroh…
Lalu sediakan seember air, ruqyah, lalu cipratkan ke seluruh penjuru toko.
Jika ada kembang yg ditemukan, ruqyah airnya dan cipratkan ke tempat bunga tsb brada”

Ah iya, pesan tambahanku,
“Yang penting balik lagi, ruqyah mandiri sih pak. Kalo kata ustdz Bachtiar Nasir, benteng pertahanan terbaik umat Islam itu sebenernya ya Al Qur’an, coba baca rutin almatsurat, in syaa Allah bakal dijaga sama Allah.”

Lalu nanya itu surat apa?
Hehe, itu bacaan dzikir pagi/petang pak, belinya deket Masjid Fatimatuz Zahro ada, kecil kok bukunya.

Lalu bahasan kembali ke bisnis, lalu bandung, seminar bisnis, komunitas bisnis, haha

Hmmm…
Lalu pas udh agak mau selesai, iseng nanya, “Bapak, anaknya berapa?”

“Saya belum ada anak, kebetulan kemarin baru cerai, hhe jadi cerita.” Kata si bapak

Hmm..i dont know why, kenapa dia ngga mau dipanggil bapak, tapi mas aja. Lalu dialog itu terjadi. Dia jelasin kenapa belum punya anak, karena 11 tahun nikah, istrinya ngga hamil2. Kata dokter katanya kondisi rahimnya lemah.

Allahumma, sedih dengernya..

Namun apa? Di sisi lain, tingkat awareness-ku ke bapak ini meningkat drastis. Makin hati2, makin jaga jarak.

Hmmm..dua hikmah besar ternyata di sini dari Allah.

 

– – –

 

 

Home Sweet Home.. (really?)

 
Bismillah.

Allahumma..
My home ❤ ❤

Entah kenapa rumah menjadi tempat paling nyaman untuk kembali.
Karena ada orang2 yg kita cintai, dan dia mencintai kita?
Karena kita butuh tempat berhenti, rehat dari aktivitas luar rumah?
Jadilah hati selalu rindu kembali kesini..

– – –

Lalu dimana posisi surga di hatimu?
Dimana posisi Allah di hatimu yang katanya kamu cintai?
Dimana posisi Rasulullah?
Bukankah surga adalah sebenar-benar tempat rehat?
Rinduilah surga na…..
Meski ia dilapisi peluh perjuangan utk bisa kesana.

Aku sedih jika membanding-bandingkan seperti ini.
Ini telah menjadi bukti, dunia masih lekat sekali di hatimu.
Sering2lah muhasabah, membandingkan seperti ini, dan membandingkan kita dengan keimanan para sahabat atau para tabi’in atau ulama2 shaleh lainnya.

Meski diri masih rendah, jauh,

– – –

Maka berusahalah..
Bersegeralah..

Ali ‘Imran : 133

وَسَارِعُوٓا إِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

ada masalah? tersenyumlah (:

Bismillah.

Bagaimana solusi menyelesaikan masalah? Kalau udah buntu banget.. Deadline sebentar lagi , tapi buntu….ngga ngerti lagi gimana….

– – –

Tersenyum.
Jangan remehkan hal ini.
Senyum itu menyelesaikan 50% masalah -quotes teman.
Di dalam senyum itu ada keoptimisan yang bangkit.
Lalu do’a yang khusyuk pun akan mudah dilafadzkan dalam hati, “Allah, bantu aku, Allah tolong aku.”
Lalu ikhtiar-pun kan terasa lebih terang, dan lebih ikhlas, “karena-Mu Yaa Rabb, untuk-Mu..”

interaksi

Bismillah…
finally found this
 
 
01. seharusnya, ikhwan-akhwat itu hidupnya terpisah satu dan lain | maka sepantasnya tak ada interaksi yang tiada keperluan

02. bila telah putuskan untuk jaga kesucian hendaklah berserius diri | jangan barengi lagi dengan noda yang dapat hitamkan hati

03. memang menyenangkan dengan lawan jenis bisa bersenda gurau | tanpa sadar keringlah iman laksana kerontang musim kemarau

04. pengakuan lisanmu bahwa engkau aktivis dakwah | namun lekat pandanganmu memandang si kerudung merah

05. engkau kumandangkan bahwa pacaran itu maksiat | sementara kata demi kata beracun terselip dibalik sms yg kau surat

06. katamu itu “cuma” koordinasi, ini “cuma” pengingat taat | hatimu yang tadinya murni kini mulai berkarat

07. dia berkerudung dan berjilbab, bukan berarti boleh terus dilihat | menatapnya berulang-ulang bukan cara memuliakannya

08. kau katakan ini bukan pacaran, tapi jelas lebih dari sekedar teman | dusta, dusta, dan dusta kau topengkan alasan

09. godaan berkelindan dengan rayuan yang engkau semat | tanpa sadar engkau sudah jatuh dalam jeratan tanpa ada jalan selamat

10. “aku sayang padamu” dengan entengnya engkau bagi | disitu setan menyesap dan sekali lagi dosa diulangi

11. begitu balada maksiat bertopeng dakwah | padahal engkau aktivis masjid Muslim-Muslimah

12. bila hendak jaga kesucian diri, mengapa tidak sesuci mungkin? | menampik setiap interaksi yang tak ada perlu itu penting

13. aktivis dakwah itu siap dibaca dan ditiru | bukan mencontohkan dan menunjukkan yang keliru

14. pengemban dakwah itu harus lebih menjaga | bahkan dari fitnah yang bakal menerpa | amal dan kata beriring serta

15. tundukkan pandangan dan kendalikan hati selalu ingat Allah | jangan pernah remehkan hal kecil, devil lies in details

16. Islam utamakan pencegahan atas hal yang tak pantas | karena itulah interaksi ikhwan dan akhwat itu terbatas

17. agar tak terbayang paras yang bagimu belum halal | karena riya akan bayangi amal baik dan jadikannya batal

18. agar selamat dirimu dari zina hati dan mata | agar dakwahmu tertuju lurus pada Allah semata

19. bila Allah sudah engkau cintai melebihi apapun di jagat | takkan pernah terlambat memulai mencari hamba Allah yang taat

20. demikian baris-baris kata ini jadi pengingat bagi jiwa-jiwa | karena niat sulit dijaga dan amal terkadang berlebihan jugan

21. karena Islam dinilai dari kita ummat Muslim  | satu kata satu perbuatan tentu lebih elok

22. bersabar sebentar tak matikan cinta | ia justru akan mengarahkan rasa | agar tak ada pilu redam di depan masa | istiqamah ya.. 🙂

gadhul bashar, memblok jalan

Bismillah.

Hai kalian, janganlah memblok jalan.
Aku tidak suka berada di kondisi, ada ikhwan yang ngeblok jalan.
Menyeberang jalan sambil lihat ke belakang, lalu jalan di depanku seolah tak ada siapapun.

Janganlah menyapa terlebih lagi.

Kalian ingin gadhul bashar kan? Percepat jalan.. saya nggak mungkin nyalip.

“Siapa nih akhwat?”
Jangan begitu..
Ketara kalian lagi ngapain.
Dimana ketaatan kpd Allah?

Ini bukan roman picisan.
Ini bukan scene jahiliyah, “pandangan pertama yang mengesankan”.
Bukan begitu caranya.
Bukan begitu niatannya.

– – –

sebentar lagi selesai ujiannya

 
Bismillah.

Sebentar lagi selesai ujiannya
Ya Rabb…mudahkan ia…kuatkan diriku

Kuliah disini sukar, tapi (harus) bisa.
(‘:

Pelajaran berharga hidup.
Untukku.
Untuk anakku.

Pelajaran berharga kesungguhan manusia dalam berjuang.
Di sini nampak.
Ditampakkan oleh Allah kepadaku, orang2 yg tekadnya kuat.
Lelaki2 yg sungguh2 dalam belajar, untuk sebuah kefahaman.

Allahumma dekatkan mereka semua dalam diin-Mu.
Mereka hebat.
Dan tak merasa rugi memberi, memahamkan orang lain.

Makasih ya teman2ku.
Kalian tangguh.
Dan telah mengajarkan ketangguhan kepadaku.

Jika Suatu Saat Engkau . . .

Bismillah.

Edisi * * * * u

. . .

Jika engkau tak bisa bicara banyak ketika kita ada waktu, maka jangan palingkan perhatian itu.
Cukup tatap mataku, coba dengarkan saja tak apa, aku yang kan mulai coba berbicara,

Jika engkau bingung menghadapiku, lalu kau ingin menyampaikan sesuatu, pegang saja tangan ini, lafadzkan bismillah, lalu sampaikan saja.
Semoga Allah mudahkan proses memahamkan itu, dan melancarkan komunikasi yang terjadi.

Jika suatu saat engkau lelah, itu terserah padamu ingin mendekat atau menjauh,
Akan kucoba maklumi jika menjauh,
Namun jika mendekat, dan ingin bersandar di pangkuanku, silahkan,
Aku kan berusaha mendengarkan apa yang ingin kau sampaikan dan berusaha menjadi sohibmu,

Jika ada kekurangan di banyak hal akan materi,
Tak kan kutuntut, karena rezeki itu pas dari Allah, tuntutan hanya akan mengerdilkan dirimu dan diriku.
Namun, kan kuhargai dengan sangat usahamu, mungkin terima kasihku kan begitu dalam termaknai kala itu,
Kita biasakan istighfar, mungkin ada keliru di masa lalu,
Kita syukur ke Allah, mungkin kurang intensitasnya selama ini,
Kita tasbih, karena tak ada yg tak mungkin bagi Allah, Ia Suci dari segala ketidakmungkinan.

Tak ingin ada curiga,
Tak ingin ada gerutu yang terpendam,
Kita saling jelaskan ya,
Tabayyun pun berlaku dengan sangat clear disini seharusnya,

Kita itu satu,
Aku menjadi sempurna karena hadirnya dirimu,
Dan menjadi berlebih (dan ini tidak baik) jika kita pun kukuh menjadi 1-1,
Aku setengah dirimu,
Kau pun begitu.

Teguh pada syariat Allah,
Itulah daya tarikmu yang besar bagiku,
Teguhlah dalam diin ini,
Kita bersama belajar,
Kita bersama mengingatkan,
Kita bersama menjalani, beramal,
Agar kita bersama meraih akhir yang baik,

Tuhan kita Allah,
Kita tak saling menuhankan bukan?
Berbuatlah karena Allah,
Dan aku pun berusaha karena Allah saja, dalam mematuhi perintahmu,
Bergerak karena Allah,
Ia yang akan satukan hati kita,

Jadilah pembimbingku,
Jadilah imamku.

– – –

130514