Tubes STE

Bismillah..

Allahumma….
Ini bukan tentang kelelahan tanpa makna, semoga..

Belajar dari mereka..
Untuk sebuah pelajaran berharga, di kampus ini

Belajar dari mereka..
kugenggam sebuah keoptimisan menjalani dunia

Belajar dari mereka..
Semangat itu muncul kembali, rise up… (‘:
Muncul, nampak, dan makin menjelas..

Mereka tak secara langsung mengingatkanku kepada-Mu
Tapi memang cara-Mu indah Yaa Rabb
Cara mengingatkan yang begitu halus tuk membenarkan persepsi T_T
Persepsi “Islamis” mungkin sering kudengar, namun mencari hikmah dari persepsi yang berbeda itu mengena, dan indah.. )’:

“Cari akhirat, jangan lupa dunia..”
Bukanlah sebuah kepasrahan yang tak mau ambil porsi..hey..Islam butuh pejuang..
namun keoptimisan, karena keyakinan, “ada Allah”

Lewat mereka, kusadari “Allah helps” T-T

Jika tak begini, aku tak bertemu mereka, aku tak akan belajar banyak dari mereka, aku tak akan menemukan sebuah hikmah besar ini,

“Allah helps..”
“Allah helps..”

“..Dialah Pelindungmu..Dialah sebaik-baik Penolong dan sebaik-baik Pelindung.” -lupa ayat – – – –

Jazakumullah khairan katsiran..(for muslims)
Semoga kita semua didekatkan dengan hidayah Islam..

#tubesSTE
#alhamdulillahrampungtunes STE

sabar ya..

“Sabar ya..”

Entah kenapa, aku senang mendengar kata2 itu.
Di kala diri telah tegang oleh akumulasi tugas kuliah..kata2 ini menenangkan dan merehatkan saraf2 otak yg.menegang.

Allah ternyata mengingatkanku lewatnya tentang kesabaran.
Lalu Al Maarij pun tetiba melintas di benakku,
hati seolah datang menghangatkan otak yang menegang..
mata menjadi pertanda hati yang telah datang mengetuk pintu..
ketegangan berkurang, ketenangan telah datang,
diingatkan oleh kalam-Mu :
“Fashbir shabran jamiila..”
“Bersabarlah dengan kesabaran yang baik..”

Bersabarlah dengan kesabaran yang baik T __ T

Maafkan aku.
Ampuni aku Yaa Rabb..

bebal [reminder]

Tidak ingin bukan, peringatan menjadi tak terdengar, hati menjadi tak peka, nasehat bagaikan angin yang berlalu?

Ubah habit.

kalau kamu sebel ngeliat kelakuan orang yang dinasehati bebal, seakan2 dia tergambar jelas pada paragraf awal di atas, itu artinya hatimu telah membuat garis demarkasi yang jelas. bahwa itu salah.

di sana dulu.
tentang penyampaiannya ke orang itu, itu lain hal.

Persepsi

[P e r s e p s i]

Ukhuwah ngga bisa dibangun dari persepsi, ngga bisa dibangun dari asumsi masa lalu.

“Si A kemana nih? Biasa telat sih, gini deh.”
“Dulu itu dia pernah bohong, kayanya dia bohong itu mah.”
“Dia minta nikah cepet, MBA kali..” (astaghfirullah klo ada yg ghibah macam ini)
“Kamu mau pinjemin dia uang? Dia sering utang dimana2 dan ngga dibalikin seringnya, masa kamu mau percaya?”
“Kemana si A? Sakit? Mager? Nyuci? Ketiduran? Ngerjain tugas?”

Ini awal dari ukhuwah yang tidak sehat. Budayakan tabayyun ya ukhty…

Kalau kata dosen saya, asumsi2 kepada org lain ini cara berpikir yang tidak benar, tanyakan kepastiannya dari yang bersangkutan.

– – –

Gimana Islam menghukumi asumsi2 seperti ini?

Membicarakan suatu FAKTA yang terjadi pada muslim lain, itu GHIBAH.
Sedangkan membicarakan suatu yang tidak jelas(tidak tau fakta atau bukan) pada seorang muslim itu BUHTAN.
)’:
Dosa Ghibah itu setara 72x menzinahi ibu kandung sendiri.. T___T
sedangkan buhtan itu = dosa ghibah + dosa bohong + dosa menyesatkan orang lain (jika yang di-buhtankan seorang ulama)

Astaghfirullah…
Astaghfirullah…
Dosa ghibah ku gimana? )””:

– – –

Syariat Islam itu ada salah satunya untuk menjaga kehormatan seorang muslim.
Ghibah itu mencoreng kehormatan seorang muslim.

Husnudzan lah..ngga susah kan?
Ghibah itu dimulai dari hati yang suudzan.
Jika tak tau dan tak bisa tabayyun, DIAM..
Sungguh…diamlah jika jika tak tau…
Diamlah.
Jangan membuat persepsi dan jangan membuat orang menaruh persepsi.
Pergi jika ada yang sedang ghibah, tegur jika mampu.

Islam datang untuk memperbaiki diri kita masing2.
Hati yang suudzan itu kasihan, ia sibuk ‘memperbaiki orang lain’ yang belum tentu salah, sehingga ia lalai memperbaiki diri.

Cintai ia,
Hormati ia,
Do’akan ia,
Selamatkan ia yang sedang terjatuh itu, bukan menghukumi menghakiminya, siapa kamu memangnya?

Yuk amankan saudara2 kita dari lisan kita.

I love everyone who reminds me to Allah

I love everyone who reminds me to Allah ❤
That feeling comes naturally..
Tapi ini bukan seperti cinta ibu ke anak, atau istri ke suami, berbeda ^__^

Ustadz-ustadz yang Maa Syaa Allah, T.T meski tak pernah bertemu (hanya dari suara atau video), namun ketika mereka ditimpa suatu musibah, tetiba hati ingin menangis..
aku mencintai mereka Yaa Rabb..berkahi hidupnya..jauhkan mereka dari kepayahan di akhirat..

Carilah Akhirat, Jangan Lupa Dunia

 
Carilah akhirat, jangan lupa dunia.

Allahumma..mindset apakah yang tertanam selama ini dalam benakku?

Cari dunia jangan lupa akhirat..?

– – –

Begini,
aku sekolah, sd, smp, sma, yang hampir semua sekolah vavorit, lalu kuliah di itb, kampus idaman banyak orang.
lelah? ya..jujur..
(bukan maksud melemahkan diri di masa2 uts seperti ini TT)
banyak uang terkuras,
banyak waktu terpakai,
banyak tangis yang kerap datang untuk menenangkan (oke ini lebay tapi jujur),

itu sebagian sudah terjadi dan sedang terjadi.

aku akan membayangkan ekspektasi orangtua, terutama ibu, jika aku telah lulus.
“kapan titik BEP usaha itu akan terbayar?”

. . .

Lelahku akan berlanjut sama, namun waktuku akan sirna jika menuruti itu semua..
Ada mindset yang sedikit keliru dari mereka memang..
Namun mengkompromikan keduanya, itu jalannya.
Bukan menyangkal, merasa ‘sadar’, lalu berbalik arah utuh meninggalkan itu semua.
Bukan..
Namun, bisakah? Let’s try..

Bukan mengikuti arus.. T.T
kamu akan menggunakan waktumu nanti untuk mencari uang lagi?
cari titik BEP-nya dimana..?
Begitu?

Mengkompromikan hal2 itu.
“Bu, aku mau mondok tahfidz, bolehkah?”
>> rentan ditolak, mau pake uang siapa? TT (bahasa-nya jangan gini)
“Bu, aku mau kerja tapi setelah itu aku mau mondok tahfidz, bolehkah?”
>> kenapa ngga disambi? pagi-sore kerja, malemnya nyantri..
“Bu, aku mau nikah trus mau bisnis sambil mondok tahfidz, bolehkah?”
>> yakin bisa fokus? kenapa ngga kerja dulu utk cari pengalaman? ah kamu nikahnya mah nanti aja kalau udah waktunya, jangan dicari dulu, biarin mengalir
“Bu, aku sebelum lulus mau nikah dan punya anak.”
>> …
“Bu, aku mau berbakti sama ibu, aku ingin fokus menghafal Qur’an supaya aku bisa bersama ibu sama bapak nanti di surga, jadi sebelum aku beranjak ke keadaan dunia yg lain aku ingin membekali diri dengan Islam, bolehkah?”
>> T__T belum tau respon ibu seperti apa T_T
“Bu, aku mau kerja sambil menghafal Qur’an, setelah itu nikah dan pengin fokus jadi ibu rumah tangga.”
>> itu hidupmu, terserah kamu nak, ibu akan selalu berdoa untuk kamu.

Berharap apapun keputusanku, jawaban beliau adalah jawaban yang terakhir.
Allahumma aamiin.

“Carilah akhirat, jangan lupa dunia.” -ubn

laugh too much [reminder]

Na, you laugh too much >.<
Ok, mereka memang suka ngelawak saat nugas kelompok..tapi mereka laki2 bukan mahrom..ingat.. )’:

dia mencoba mencairkan suasana, namun itu berlebihan )’:

i dont like that situation..

kamunya jangan memancing na..
dan tanggapan mu kalem lah kalau mereka ngelawak..
masa tetiba kamu lupa adab interaksi dengan lawan jenis?
atau melupakan?
karena hatimu mati saat itu?

masa muda [quotes]

Mereka yang masa mudanya penuh ilmu dan amal tidak akan merepotkan dan ‘menjijikan’ saat tua, bahkan sangat kharismatik..
Namun, mereka yang masa mudanya hanya untuk dunia, lihat saja masa tuanya, orang sekitar pun enggan mendekat.

Choose wisely.

(Pesan tersirat kajian bhs arab, 260414)

menangislah [quotes]

Kalau kamu ngga nangis kala itu, hatimu sedang mengeras, kamu lagi menjauh dari Allah.
Merasa dosa, merasa salah itu memang biasanya menjadi jauh hati jaraknya.
Bukan dibiarkan, tingkatkan ketaatan, menangislah, menangislah, jika tidak bisa diusahakan menangis.

smile too much ^_^ (?)

baru tau,

^_^
Rasulullah smile too much too, not speak too much.
Bersikap lebih indah, bukan berdebat lebih lihai.

Jazakallah khayran katsiran syaikh ‘Areifi, you give the solution, membenarkan cara berpikir yang indah ttg dakwah,
bagaimana Rasulullah bersikap terhadap berbagai jenis org dgn psikologi beraneka rasa.
Keras terus? Bicara terus? Memimpin pembicaraan terus?

– – –

Yang engkau lakukan banyak diam sekarang.
Terlalu ramah.
Ghirah dakwahnya menurun.
Mana amar ma’ruf nahi munkarnya?
Banyakan teori.

– – –

#syut
Indonesia itu bumi dakwah dominan, bukan bumi debat dominan.