Sehari 1

Kepala agak pusing, mau flu.
Ia pun menyentuh smartphone-nya, lalu mencari inspirasi.

Seketika hatinya bungah namun ingin menangis.

***

Segala(atau sebagian) yg ia baca, dengan pancaindera dan hati setiap harinya, berlalu begitu cepat..
adakah makna dan hikmah terraih?

Semua berlalu begitu cepat…
Akankah ini hanya menjadi masa lalu yg tak terrekam? Menjadi dosa yg tak tertaubati?

AllahuAkbar…
Jika seorang ulama bisa merekam ilmunya dalam sembilan buku tulis(sidu 38 lembar kira2) setiap harinya, beliau bisaa…!!!

Sehari satu TT
Ia pun berazzam sehari satu, sehari satu..
Semoga saat ia terlupa, ia membaca kembali tulisan ini.
Sehari satu.

Tak hanya cuplikan kata penuh misteri (di status bukumuka) atau kenangan(bisa jadi dosa) yg kan terlupa(padahal bisa ditaubati ketika teringat)…
Namun tulisan yg menggali makna, merekam jejak hidup.

Cari niat, adakah ia lillahi ta’ala?
Lalu mulai.
Sehari satu.
Sehari satu.

***

Hatinya trenyuh dengan inspirasi itu.
Dan membulat seketika, “sehari satu”.

Hatinya terasa membaik, otot2 tubuh pun meregang lebih rileks, pandangan mata lebih jernih dan wajah terasa lebih ‘ringan’ dengan hiasan senyum optimis itu.

Ia pun kembali menyaksikan dosennya berdongeng di kelas.

Kamis 29 Syawal 1434 H (050913) @GdTVST

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s