Surat Cinta Untuk Calon Anakku

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaykum Warahmatullahi  Wabarakaatuh,

Alhamdulillaahirobbil ‘alamin, sholawat dan Salam kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sang Revolusioner, kepada para sahabat, dan para pengikutnya yang setia meneladaninya hingga akhir zaman.

Aku tuliskan surat cinta ini untuk engkau, calon anakku, calon Mujahidku, yang akan aku didik dengan tauhid, dengan tanganku sendiri dan bimbingan Ayahmu tentunya. Meskipun aku belum tahu, lelaki mana yang akan engkau panggil Ayah kelak. Aku tulis surat ini agar engkau tahu seperti apa perempuan  yang akan engkau panggil ibu.

Nak, Apa yang baik yang engkau temui dariku, ambil dan teladanilah. Bila nanti engkau lebih ‘alim dari aku..maka ingatkan aku di jalan kebenaran yg kau tempuh. Engkau harus tahu, bahwa Ibumu ini besar dan hidup dalam lingkungan keluarga yang kurang dari segi materi. Namun, benar bahwa kondisi yg kurang nyaman, justru akan melahirkan generasi yg tangguh dan dewasa cara berpikirnya.

Bersyukur, kakek dan nenekmu telah memberikan bekal agama yg cukup untuk aku hidup dan bertahan memaknai kerasnya hidup. Bila ternyata nanti, engkau mengalami nasib yang sama seperti aku, maka bersabarlah dengan kesabaran yg indah. Jangan bersedih bila kau harus mengarungi hidup ini dengan bersusah payah, penuh dengan perjuangan, dan kemiskinan.

Tersindirlah oleh doa Rasulullah, panutan aku dan ayahmu serta kaum muslimin dan orang-orang beriman di seluruh dunia. “Allohumma Ahyiena miskienan, wa amitna miskienan. Ya Alloh, hidupkan aku dalam keadaan miskin dan matikan aku  dalam keadaan miskin”.

Takutlah pada ayat Allah:

” Barang siapa menghendaki dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan balasan penuh atas pekerjaan mereka di dunia dg sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan di dunia dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan”.(QS. Hud :15-16)

Berbahagialah dengan kabar yang dibawa oleh Rasulullah, bahwa kaum fakir berdekatan dengan beliau kelak di akhirat seperti halnya jari manis dan kelingking, dekat sekali nak. Kaum fakir akan lebih dahulu memasuki Syurga Allah dibanding kaum aghniya’, sejarak 500 tahun. Kau harus tahu bahwa cinta dunia adalah biang dari segala keburukan, ya..Hubbun dunya ro’si kulli Khoti’ah.

Mungkin ini berat bagimu, Namun, engkau tak perlu khawatir, kau harus percaya pada AyatNya:

“Dan orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhoan Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. ar Rum: 69).

Aku telah persiapkan bekal untuk kau mengarungi hidup yang hanya sebentar ini, yang nikmatnya tak lebih besar dari sebelah sayap nyamuk, aku pilihkan untuk engkau atas Izin Allah seorang ayah yang akan membantuku mendidik kamu menjadi Singa Islam, yg tidak takut terhadap celaan orang-orang yang suka mencela, yang keras terhadap kafir dan berlemah lembut terhadap sesamanya.

Aku lakukan itu sebagai bentuk rasa sayang dan cintaku kepadamu, karena kaulah ladang pahalaku yang akan memudahkan jalanku untuk meraih cita-citaku, mendapatkan sebutan  tertinggi sebagaimana dalam Al Qur’an: yaa Ayyatuhannafshul Muthmainnah, wahai jiwa yang tenang! kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhaiNya, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam SyurgaKu. (al fajr: 27-30).

Semoga engkau bisa memahaminya.

Nak,  kamu harus tahu bahwa kita hidup di zaman yang penuh dengan fitnah. Hidup di Negara yang tak lagi memakai Syariah Allah dan sunnah Rasulullah sebagai aturannya. Dan tugasmu adalah berjuang untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala, yakni mengembalikan Alqur’an dan Sunnah sebagai aturan kehidupan, sama seperti yang aku dan Ayahmu lakukan saat ini bersama para pejuang Islam lainnya.

Jangan kamu bersedih bila nanti di rumah tidak kau temui TV, karena memang aku tak mau menyediakannya untukmu. Jangan sedih pula bila waktu bermainmu lebih sedikit daripada teman-teman sebayamu, karena aku menginginkan kamu menjadi Al Fatih kecil yang cemerlang hafalan Alqur’an dan Hadistnya.

Nak, bergaullah dengan orang-orang sholeh, yang hatinya tertambat ke Syurga, yang mengingatkanmu bila salah, yang menasehatimu dengan Al Qur’an. Kelak, kamu yang akan memimpin teman-temanmu  menemukan jalan Islam seperti yang kau tempuh.

Aku akan mendidik kamu bersama ayahmu, di sini..di rumah sederhana ini. Di rumah yang tak akan berhenti dilantunkan Al Qur’an di setiap bilangan harinya, di rumah tempat ramainya agenda dakwah diselenggarakan, di rumah tempat kamu dan teman-teman kamu serta anak-anak tetangga belajar bersama di perpustakaan kecil milik aku dan ayahmu.

Berdoalah agar rumah kita bisa menjadi ashbab hidayah bagi siapa saja yang mengunjunginya. Kamu akan aku buat betah di rumah ini nak, pasti. Aku akan memasakkan makanan kesukaanmu, bila kamu telah capai belajar atau bermain sejenak. Aku akan memberikan yang terbaik untukmu, Akulah orang pertama kali yang akan menghalangi masuknya pengaruh Thoghut dan anteknya dalam diri kamu, tak akan aku biarkan sedetik pun mereka memimpinmu. Aku akan melindungimu, selalu.

Aku ingin engkau menjadi bagian dari manusia yang dibanggakan oleh para penduduk langit, yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. Yang tidak pernah berkeluh kesah terhadap makhluk, yang menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama dalam beraktivitas.

Yang menjadikan akhirat sebagai orientasi hidup, Yang mengharapkan perjumpaan dengan Alloh dan RasulNya di jannah sebagai impian dan cita2 tertinggi.

Ini yang bisa aku tulis, selebihnya kau akan mendengar, melihat, dan merasakannya bersama aku dan ayahmu. Nak, aku pernah bermimpi bertemu Rasulullah, beliau memberikan seorang bayi kepadaku. Aku senang, Kau kah itu? Semoga Allah tidak akan pernah tega menyengsarakanmu. sungguh..aku rindu kamu

sumber : http://azzam2013.tumblr.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s