Hidupkan Persepsi (?)

Bismillaah…

Persepsi itu seringkali menjebak manusia.
Jika ia tidak berdasarkan syariat Allah, maka itu persepsi yang salah, tinggalkan.

Semua syariat Allah itu membawa kebaikan seluruhnya kepada manusia.
Dan semua yang bertentangan dengan syariat Allah, maka pasti membawa keburukan bagi manusia.

***

Ini entah imajinasiku yang tinggi atau ketakutanku yang berlebihan.

***

Di suatu sore, ya sekitar jam4. Waktunya prepare makanan untuk berbuka puasa. Bantu2 ibu di dapur lah, itung2 belajar jadi seorang perempuan seutuhnya (baca: seorang ibu)..hoho

Ibu : an..bantu2 sini masak
Aku : ya bu…

Aku lagi nyiapin bumbu2 masakan tepat seperti komando ibuku..
Aku : bu..kalo aku kuliah smbil bisnis boleh ngga bu?
Ibu : boleh..asal ngga ganggu kuliahmu. Keluargamu itu keluarga bisnis tahu ngga..
Aku : hmm…

(dalam hati : alhamdulillah)

Sekarang ngiris2 bawang sama cabe.
Aku : bu..boleh ngga aku nentuin satu jalan hidupku sendiri untuk satu hal ini?
Ibu : maksudnya?
Aku : ya..aku selama ini enjoy aja sebenernya ngelakuin apa2 yg disuka dan diperintah ibu. Aku selalu berusaha mikir aku harus buat ibu seneng dengan tindak tandukku.
Ibu : terus?
Ana : bu..aku pengin nikah pas kuliah.

Hening..

Ibu : kamu mikir apa sih?
Aku : aku mau ngerintis  bisnis sama suamiku nanti bu..
ibu : kamu itu masih kecil. Nikah itu bukan persoalan sepele..
Aku : aku tau bu.
Ibu : tau apa kamu? Udah, kamu dikuliahin di ITB itu biar setelah lulus, kerja, ngumpulin uang dulu, beli rumah dulu, bahagiain orang tua dulu, baru nikah.

(Nyesek banget denger jawaban itu)

***

Islam itu mudah.
Islam itu sederhana.
Islam itu membebaskan manusia dari penghambaan kepada manusia dan pemikiran2 manusia yang penuh kelemahan kepada PENGHAMBAAN KEPADA ALLAH SAJA.

***

Mengubah persepsi seseorang itu seni komunikasi.
Kita berusaha, harus…!
Tapi ingat, Allah pemilik hati² ini. Allah Maha Membolak-balik hati.
Maka? Rayu pemilik hati manusia agar pintu hati itu terbuka

Apa ada yang salah dengan persepsi di atas?
Ibadah itu harus disegerakan.
Ukuran kesuksesan manusia itu adalah seteguh apa ia mampu melaksanakan syariat Islam, bukan yang lain.
Kekayaan, jabatan, kedudukan yang diberikan kepada manusia akan berharga jika di mata Allah ia pun berharga. Jika benar penilaian2 itu, mengapa orang kafir pun bisa mendapat hal yang sama? Adakah ia berharga?

***

Ini bukan (hanya) tentang menyalahkan persepsi2 yang salah.
Lebih jauh. Yakni bagaimana menyadari jerat2 halus kesalahan persepsi manusia kebanyakan.
Jauhkan sikap opportunis dan pragmatis yg ada dalam diri untuk jernih dalam melihat keadaan…
Adakah ini telah menandingi syariat Allah?

Dan di sisi lain.
Sadari siapa kita, siapa orang kedua itu?
Syariat pun mengatur bagaimana bersikap dengan orang lain.

Terhadap orang tua? Jangan meninggikan nada bicara, jangan menolak perintahnya(jika masih dalam koridor), apalagi berkata kasar!
Ketika ini dilanggar, maka satu dosa besar telah dicatat oleh malaikat.
Dan apa?
Adakah persepsi mu akan mulus masuk ke relung hati mereka?
Pikirkan..

Terhadap sepantaran?
Sejauh apa kepahaman dan ketundukan ia akan syariat agama ini?
Perlakuan, tahap penjelasan dan deskripsi persepsi ini bisa berbeda.
Yang menjadi kaidah adalah…jangan menyakiti hati seorang muslim…
Gimana caranya?
Jaga kehormatannya.
Jika kesalahannya hanya di hadapanmu..yang diperlukan misalnya? tepukan pundak lalu obrolan 4 mata..
Jika di hadapan umum? Jika cara pertama tidak ampuh untuk mmbuat ia mengoreksi ksalahan itu di publik. Paparkan di publik apa yang menjadi kesalahannya..

***

Adakah ini mudah?
Sungguh…jika mudah, ramai sudah orang menjadi “Pelurus Persepsi”..

Ya, ini sulit…
Namun ganjaran bagi mereka yang BERUSAHA sungguhlah indah..

Adakah engkau sadar..?
Apa kata ganti dari persepsi? Siapakah “Pelurus Persepsi” itu?
(Ini hanya nalar bahasa Indonesia, agar lebih meresap, bukan untuk mengesampingkan makna)

Aqidah.
Pengembannya adalah utusan Allah.
Bukankah utusan Allah diutus dengan tujuan untuk mengajak manusia agar menghamba kepada Allah semata?
Agar hanya Allah yang menjadi dasar bertindak. Agar hanya ketundukan kepada Allah yang menjadi persepsinya.

Hidupkan aqidah yang benar.
Hidupkan persepsi yang benar.

***
Maaf jika artikel ini minim sumber dan catatan kaki. Ini hanyalah kesimpulan dari sumber2 ilmu yang kuperoleh dari pengajian2, al-Qur’an, dan buku “Enjoy Your Life” syaikh Al Ariefi.
Dan ilustrasi di atas adalah fiktif.

***

Allahua’lam

Interaksi dengan Non Muslim yang Dibolehkan

Bismillaah…
Kenapa saya pengin maparin ini?
Hmmm…karena masih buanyak umat muslim yg salah dalam bersikap thd orang kafir…sehingga kaburlah identitas kita sebagai org islam….

monggo disimak…

***

oleh : ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Setelah kami membahas berkenaan dengan ucapan selamat natal, agar tidak disalahpahami, sekarang kami akan utarakan beberapa hal yang mestinya diketahui bahwa hal-hal ini tidak termasuk loyal (wala’) pada orang kafir. Dalam penjelasan kali ini akan dijelaskan bahwa ada sebagian bentuk muamalah dengan mereka yang hukumnya wajib, ada yang sunnah dan ada yang cuma sekedar dibolehkan.

[Agar pembaca mendapatkan pembahasan yang utuh, kami harap bisa membaca dua artikel berikut: [1] Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal? dan [2] Mengucapkan Selamat Natal Dianggap Amalan Baik.]

Para pembaca -yang semoga dirahmati oleh Allah- kita harus mengetahui lebih dulu bahwa orang kafir itu ada empat macam:
    1.    Kafir mu’ahid yaitu orang kafir yang tinggal di negeri mereka sendiri dan di antara mereka dan kaum muslimin memiliki perjanjian.
    2.    Kafir dzimmi yaitu orang kafir yang tinggal di negeri kaum muslimin dan sebagai gantinya mereka mengeluarkan jizyah (semacam upeti) sebagai kompensasi perlindungan kaum muslimin terhadap mereka.
    3.    Kafir musta’man yaitu orang kafir masuk ke negeri kaum muslimin dan diberi jaminan keamanan oleh penguasa muslim atau dari salah seorang muslim.
    4.    Kafir harbi yaitu orang kafir selain tiga jenis di atas. Kaum muslimin disyari’atkan untuk memerangi orang kafir semacam ini sesuai dengan kemampuan mereka.[1]

Adapun bentuk interaksi dengan orang kafir (selain kafir harbi) yang diwajibkan adalah:

Pertama: Memberikan rasa aman kepada kafir dzimmi dan kafir musta’man selama ia berada di negeri kaum muslimin sampai ia kembali ke negerinya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْلَمُونَ

“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.”(QS. At Taubah: 6)

Kedua: Berlaku adil dalam memutuskan hukum antara orang kafir dan kaum muslimin, jika mereka berada di tengah-tengah penerapan hukum Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Maidah: 8)

Ketiga: Mendakwahi orang kafir untuk masuk Islam. Ini hukumnya fardhu kifayah, artinya jika sebagian sudah mendakwahi mereka maka yang lain gugur kewajibannya. Karena mendakwahi mereka berarti telah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Hal ini bisa dilakukan dengan menjenguk mereka ketika sakit, sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menjenguk anak kecil yang beragama Yahudi untuk diajak masuk Islam. Akhirnya ia pun masuk Islam.

Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata, “Dulu pernah ada seorang anak kecil Yahudi yang mengabdi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu suatu saat ia sakit. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya, lalu beliau mengatakan, “Masuklah Islam.” Kemudian anak kecil itu melihat ayahnya yang berada di sisinya. Lalu ayahnya mengatakan, “Taatilah Abal Qosim (yaitu Rasulullah) –shallallahu ‘alaihi wa sallam-”. Akhirnya anak Yahudi tersebut masuk Islam. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumahnya dan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak tersebut dari siksa neraka.”[2]

Keempat: Diharamkan memaksa orang Yahudi, Nashrani dan kafir lainnya untuk masuk Islam. Karena Allah Ta’ala berfirman,

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (QS. Al Baqarah: 256). Ibnu Katsir mengatakan, “Janganlah memaksa seorang pun untuk masuk ke dalam Islam. Karena kebenaran Islam sudah begitu jelas dan gamblang. Oleh karenanya tidak perlu ada paksaan untuk memasuki Islam. Namun barangsiapa yang Allah beri hidayah untuk menerima Islam, hatinya semakin terbuka dan mendapatkan cahaya Islam, maka ia berarti telah memasuki Islam lewat petunjuk yang jelas. Akan tetapi, barangsiapa yang masih tetap Allah butakan hati, pendengaran dan penglihatannya, maka tidak perlu ia dipaksa-paksa untuk masuk Islam.”[3]

Cukup dengan sikap baik (ihsan) yang kita perbuat pada mereka membuat mereka tertarik pada Islam, tanpa harus dipaksa.
Kelima: Dilarang memukul atau membunuh orang kafir (selain kafir harbi). Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَتَلَ مُعَاهِدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

“Siapa yang membunuh kafir mu’ahid ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.”[4]

Keenam: Tidak boleh bagi seorang muslim pun menipu orang kafir (selain kafir harbi) ketika melakukan transaksi jual beli, mengambil harta mereka tanpa jalan yang benar, dan wajib selalu memegang amanat di hadapan mereka. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

أَلاَ مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا أَوِ انْتَقَصَهُ أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ingatlah! Barangsiapa berlaku zholim terhadap kafir Mu’ahid, mengurangi haknya, membebani mereka beban (jizyah) di luar kemampuannya atau mengambil harta mereka tanpa keridhoan mereka, maka akulah nantinya yang akan sebagai hujah mematahkan orang semacam itu.”[5]

Ketujuh: Diharamkan seorang muslim menyakiti orang kafir (selain kafir harbi) dengan perkataan dan dilarang berdusta di hadapan mereka. Jadi seorang muslim dituntut untuk bertutur kata dan berakhlaq yang mulia dengan non muslim selama tidak menampakkan rasa cinta pada mereka. Allah Ta’ala berfirman,

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al Baqarah: 83). Berkata yang baik di sini umum kepada siapa saja.
Kedelapan: Berbuat baik kepada tetangga yang kafir (selain kafir harbi) dan tidak mengganggu mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا زَالَ يُوصِينِى جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

“Jibril terus menerus memberi wasiat kepadaku mengenai tetangga sampai-sampai aku kira tetangga tersebut akan mendapat warisan.”[6]

Kesembilan: Wajib membalas salam apabila diberi salam oleh orang kafir. Namun balasannya adalah wa ‘alaikum.[7] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ

“Jika salah seorang dari Ahlul Kitab mengucapkan salam pada kalian, maka balaslah: Wa ‘alaikum.”[8]

Akan tetapi, kita dilarang memulai mengucapkan salam lebih dulu pada mereka. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashrani dalam ucapan salam.”[9]

Adapun bentuk interaksi dengan orang kafir (selain kafir harbi) yang dibolehkan dan dianjurkan adalah:

Pertama: Dibolehkan mempekerjakan orang kafir dalam pekerjaan atau proyek kaum muslimin selama tidak membahayakan kaum muslimin.

Kedua: Dianjurkan berbuat ihsan (baik) pada orang kafir yang membutuhkan seperti memberi sedekah kepada orang miskin di antara mereka atau menolong orang sakit di antara mereka. Hal ini berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

“Menolong orang sakit yang masih hidup akan mendapatkan ganjaran pahala.”[10]

Ketiga: Tetap menjalin hubungan dengan kerabat yang kafir (seperti orang tua dan saudara) dengan memberi hadiah atau menziarahi mereka. Sebagaimana dalilnya telah kami jelaskan di atas.

Keempat: Dibolehkan memberi hadiah pada orang  kafir agar membuat mereka tertarik untuk memeluk Islam, atau ingin mendakwahi mereka, atau ingin agar mereka tidak menyakiti kaum muslimin. Sebagaimana dalilnya telah kami jelaskan di atas.

Kelima: Dianjurkan bagi kaum muslimin untuk memuliakan orang kafir ketika mereka bertamu sebagaimana boleh bertamu pada orang kafir dan bukan maksud diundang. Namun jika seorang muslim diundang orang kafir dalam acara mereka, maka undangan tersebut tidak perlu dipenuhi karena ini bisa menimbulkan rasa cinta pada mereka.

Keenam: Boleh bermuamalah dengan orang kafir dalam urusan dunia seperti melakukan transaksi jual beli yang mubah dengan mereka atau mengambil ilmu dunia yang bernilai mubah yang mereka miliki (tanpa harus pergi ke negeri kafir).

Ketujuh: Diperbolehkan seorang pria muslim menikahi wanita ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) selama wanita tersebut adalah wanita yang selalu menjaga kehormatannya serta tidak merusak agama si suami dan anak-anaknya. Sedangkan selain ahli kitab (seperti Hindu, Budha, Konghucu) haram untuk dinikahi. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu.” (QS. Al Maidah: 5). Ingat, seorang pria muslim menikahi wanita ahli kitab hanyalah dibolehkan dan bukan diwajibkan atau dianjurkan.

Adapun wanita muslimah tidak boleh menikah dengan orang kafir mana pun baik ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) dan selain ahlul kitab karena Allah Ta’ala berfirman,

لا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ

“Mereka (wanita muslimah) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (QS. Al Mumtahanah: 10)

Kedelapan: Boleh bagi kaum muslimin meminta pertolongan pada orang kafir untuk menghalangi musuh yang akan memerangi kaum muslimin. Namun di sini dilakukan dengan dua syarat:

    1.    Ini adalah keadaan darurat sehingga terpaksa meminta tolong pada orang kafir.
    2.    Orang kafir tidak membuat bahaya dan makar pada kaum muslimin yang dibantu.

Kesembilan: Dibolehkan berobat dalam keadaan darurat ke negeri kafir.

Kesepuluh: Dibolehkan menyalurkan zakat kepada orang kafir yang ingin dilembutkan hatinya agar tertarik pada Islam, sebagaimana firman Allah Ta’ala,

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, orang-orang yang ingin dibujuk hatinya.” (QS. At Taubah: 60)

Kesebelas: Dibolehkan menerima hadiah dari orang kafir selama tidak sampai timbul perendahan diri pada orang kafir atau wala’ (loyal pada mereka). Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menerima hadiah dari beberapa orang musyrik. Namun ingat, jika hadiah yang diberikan tersebut berkenaan dengan hari raya orang kafir, maka sudah sepantasnya tidak diterima.

***

Inti dari pembahasan ini adalah tidak selamanya berbuat baik pada orang kafir berarti harus loyal dengan mereka, bahkan tidak mesti sampai mengorbankan agama. Kita bisa berbuat baik dengan hal-hal yang dibolehkan bahkan dianjurkan atau diwajibkan sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas.

Semoga Allah selalu menunjuki kita pada jalan yang lurus. Hanya Allah yang beri taufik.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Referensi :
[1] Lihat Tahdzib Tashil Al ‘Aqidah Al Islamiyah, hal. 232-234.
[2] HR. Bukhari no. 1356.
[3] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 1/682, Dar Thoyyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.
[4] HR. Bukhari no. 3166.
[5] HR. Abu Daud no. 3052. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits ini dalam Muroqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih, Al Mala ‘Ala Qori, 12/284, Mawqi’ Al Misykah Al Islamiyah.
[6] HR. Bukhari no. 6014 dan Muslim no. 2625, dari ‘Aisyah.
[7] Namun sebagian ulama menjelaskan bahwa jika ahlul kitab mengucapkan salamnya itu tegas “Assalamu’’alaikum”, maka jawabannya adalah tetap semisal dengannya yaitu: “Wa’alaikumus salam.” Alasannya adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86). Sebagaimana hal ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin.
[8] HR. Bukhari no. 6258 dan Muslim no. 2163, dari Anas bin Malik.
[9] HR. Tirmidzi no. 1602 dan Ahmad (2/266). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[10] HR. Bukhari no. 2466 dan Muslim no. 2244.

Sumber : rumaysho.com

****

clear enough?
oke terlepas dari status orang kafir di indonesia gimana.
yang saya pegang, selama mereka ngga menghina islam.
maka berlaku seperti dijelaskan di atas..

bookshelf or ‘mindshelf’?

bookshelf or mindshelf?

Bismillaah..

jika ada yang penasaran gimana jalan pikiran seseorang, katanya sih liat rak bukunya, buku apa yang banyak dia baca..

ahaha ini rak bukuku,
ditambah shahih targhib wa tarhib sama riyadush shalihin, dan buku kesayangan, al-Qur’an

bisa nebak kecondongan alur berpikirku kemana?

haha tak penting,

mungkin suatu hari, kan terkuak pelan2 isi buku2 keren ini,
in syaa Allah,

amazing picture..

amazing picture..

bismillaah..

isn’t this a great photo?

ini foto yang menakjubkan, bagiku..

why why?

[fyi see his/her eyes, kalo dia lagi bercermin, pastilah pupil matanya cembung, tapi pupil

matanya pipih, haha jadi asumsi terbesarku ia melihat keluar jendela]

entah, ini sungguh sungguh indah,

***

bak sebuah mimpi besar terpancang ketika mata melihat ke luar jendela,
kejelian melihat peluang untuk memperbaiki kondisi yang ada,
kepasrahan kepada Rabb, kebergantungan kepada-Nya,

namun…ia masih terkekang kondisi,
tapi tak apa,

ia merencanakan matang di balik jendelanya,
apa yang ia akan lakukan nanti di luar sana,

ia berdoa kepada Allah,
meminta petunjuk-Nya,

what should i prepare?
what should i prepare?

hmm….
bulukudukku sampai merinding memikirkan ini semua..

it will be great,
it will be great,

***

ini narasiku melihat gambar ini,
can u see it now?
amazing picture, right?

under Your control..

under Your control..

just melting seeing this photo…

Allahumma..
ini baru ciptaan-Mu yg kecil dan lucu,
belum belum pemilik tulang rusukku, terlebih calon mujahid kecilku..
how can i part my love? belum terpikir

TT

yang kutakutkan hanya satu,
kesyirikan yang halus merajut relung hati,
hingga kecintaanku kepada makhluk, melebihi kecintaanku kepada-Mu…

Ya Rabb, i hope i always under Your control, always…
jadikan hati ini istiqomah dalam ke-khusyu-annya, genggam erat ia,
sadarkan jika hati ini mencintai makhluk-Mu, melebihi kecintaan kepada-Mu
kepada Rasul-Mu,

aamiin

Samir Khan..

jihadis media..ah sungguh tulisan itu mampu menggetarkan hati seseorang (dengan izin Allah) untuk bergerak, berdakwah, bahkan berjihad bertaruh nyawa.

Samir Khan, atau yang dalam dunia jihad global lebih dikenal dengan nama Inshaallahshaheed.

Image

“I am Proud to be a traitor to America”, sebuah judul subtopik yang diangkat di majalah INSPIRE edisi 2.

 

Nasehat Terakhir Samir Khan Tentang Pertarungan Media

Sekelumit Penjelasan atas Tulisan Terakhir Samir Khan tentang Pertarungan Media[1]

 

Oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi

 

VOA-ISLAM.COM – Samir Khan, dalam inspire magazine Volume VII Spring 2011, kalau tidak salah ini adalah tulisan terakhir beliau sebelum syahid. Dan jika bukan karena berbahaya Samir Khan bagi Amerika tidak mungkin beliau dibunuh.

Mari kita lihat bagaimana nasehat yang diucapkan dan ditulis dengan darah penulisnya yang berjudul The Media Conflict(pertarungan media).

 

I remember his advice being spot-on as I stood there nearly two years ago in front of AQAP’s Amir, Shaykh Abu Bashir Al Wuhaisyi, may Allah preserve him. “Remember,” he said as other mujahidin were busy working on their computers in the background. “The media work is half of the jihad.

 

He was repeating the words of Shaykh Usama; words that reminded me of an unspoken of world that has shaped the lives of millions of people across the globe thanks to a few people on their computers and the men who fulfill their promises to Allah.  

 

“Aku teringat akan sebuah nasehat yang sangat berkesan hampir dua tahun yang lalu di saat aku berdiri di depan Amir AQAP, Syekh Abu Bashir Al Wuhaisyi, semoga Allah melindunginya. “Ingat,” ujarnya sementara di latar belakang  nampak para mujahidin lainnya sedang sibuk bekerja di depan komputer mereka. “Pekerjaan Media Adalah Setengah Dari Jihad.“

 

Beliau mengulangi kata-kata Syaikh Usamah bin Laden, kata-kata yang mengingatkan saya akan sebuah dunia yang tak terkatakan yang telah membentuk kehidupan jutaan orang di seluruh dunia berkat beberapa orang di depan komputer mereka dan orang-orang yang memenuhi janji mereka kepada Allah.”

 

Kita belum pernah bertemu dengan orang-orang itu, tetapi siapa menyampaikannya? Hanya beberapa orang di depan komputer kemudian merubah pola pikir, pola gerak, pola hidup jutaan orang.

 

مَنْ دَلَّ عَلَى الخَيْرِ فَلَهُ مِثْلُ اَجْرُ فَاعِلِهِ

 

Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya. (H.R. Tirmizi).

 

Back in America, I knew the media jihad was important to the mujahidin; but I just wasn’t able to put my finger on how im¬portant it was to them. Just then a brother intervened and confirmed, “A powerful media production is as hard hitting as an operation in America.

 

“Kembali tentang Amerika, saya tahu bahwa media jihad sangat penting bagi mujahidin, hanya saja saya belum bisa memastikan seberapa penting ini bagi mereka. Sampai saat seorang ikhwan menjelaskan kepada saya dengan penuh keyakinan : “Sebuah produksi media yang penuh kekuatan, itu sama seperti sebuah operasi serangan kepada Amerika”

 

And although the mujahidin are considered to be the underdogs in the war, it goes without saying that we have thrown something at America and her allies which they will forever be stuck with; Tony Blair rightfully de¬scribed that in his interview with the BBC when discussing the war against the mujahidin. “We have learned how to fight it but we haven’t destroyed its ideology,” he said.

 

“Meski para mujahidin pun menyadari bahwa mereka dalam posisi underdog pada peperangan ini, namun semua terus berjalan tanpa perlu diucapkan lagi bahwa sebenarnya kita telah melemparkan sesuatu kepada Amerika dan sekutunya yang akan terus menempel pada mereka. Tony Blair dengan tepat mendeskripsikan hal ini dalam wawancara dengan BBC saat mendiskusikan tentang perang melawan mujahidin : “Kita telah mempelajari bagaimana memeranginya tetapi kita belum dapat menghancurkan ideologinya” katanya.”

 

Itulah ciri dienul Islam sebagaimana yang dikatakan para ulama. Islam tidak bergantung pada Nabi Muhammad, Islam tidak bergantung pada Abu Bakar, Umar, bahkan Islam tidak bergantung pada seluruh mahluk ini. Karena Allah akan tetap memenangkan Islam, baik kita berkontribusi atau kita tidak peduli sekalipun. Kalau kita tidak membela dien kita, maka akan diganti oleh generasi baru yang mau membela dien kita.

 

The cred¬ible ideas that we bring is what in¬timidates them the most. People may be susceptible to an end, but ideas are bulletproof and have an outstanding lifespan.

 

The events of September left America in a bottomless predica¬ment, forcing it to shoot at some-thing that doesn’t die.

 

“Ide-ide terpercaya yang kita bawa itulah yang paling  mengintimidasi mereka. Orang tentu akan mengalami suatu akhir (kematian), tapi ide dan pemikiran itu tahan peluru dan mampu bertahan hidup dalam waktu yang amat lama. Peristiwa 11 September meninggalkan Amerika dalam keadaan tanpa dasar, memaksanya untuk menembak sesuatu yang tidak akan mati.”

 

Allah yang telah memerintahkan kita untuk membela Islam, Allah pula yang menjamin bahwa Islam akan tetap hidup, sementara musuh Allah ingin menjadikan Islam itu mati.

 

There were namely three things that the brothers focused on in their media efforts: quality and content of productions, Internet security and a media dissemination strategy.

 

While America was focused on battling our mujahidin in the mountains of Afghanistan and the streets of Iraq, the jihadi media and its supporters were in fifth gear. Thousands of productions were produced and dispersed to both the net and real world. Something that was produced thousands of feet above in the mountains of Afghanistan was found distributed in the streets of London and California. Ideas that disseminated from the lips of the mujahidin’s leaders were carried out in Madrid and Times Square.

 

“Ada tiga hal yang menjadi fokus para mujahidi pada media mereka yaitu : Kualitas dan isi produksi, keamanan Internet dan strategi penyebaran media

 

Di saat  Amerika fokus memerangi mujahidin kita di pegunungan Afghanistan dan jalan-jalan di Irak, media jihad dan pendukungnya berada pada  gigi lima (kecepatan tinggi). Ribuan produk media Jihad diproduksi dan tersebar baik melalui internet maupun dunia nyata. Sesuatu yang dihasilkan ribuan meter di atas pegunungan Afghanistan akan didapati telah didistribusikan di jalan-jalan London dan California. Ide-ide yang disebarluaskan dari bibir pemimpin mujahidin, ternyata telah tersebar di Madrid dan Times Square.”

 

Maka, muncullah apa yang disebut the lone wolf[2]. Bahkan dalam majalah Inspire ke 11 dikatakan, selama produk bangunan dan bahan-bahan dapur masih legal, selama itu tidak akan bisa dibendung the lone wolf.

 

Jadi apa yang diinginkan dari sebuah berita? Bukan dampak fisik, tetapi dampak psikologis. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

 

وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ عَلَى عَدُوِّي

 

Aku ditolong dengan ditimpakannya rasa takut dalam hati musuh-musuhku selama perjalanan satu bulan. (H.R. Bukhari).

 

Former CIA agent Michael Scheuer said regarding al Qaeda on al- Jazeera’s “The Image War”: “Their propaganda beats us to hell every time, every time. We’re not even in the same league with them.”

 

“Michael Scheuer mantan agen CIA mengomentari  film “The Image War”, sebuah film dokumenter  tentang Al Qaeda yang ditayangkan di stasiun TV Al Jazeera, ia mengatakan : “Propaganda mereka membuat kita terjungkal ke dalam neraka, setiap waktu setiap saat. Kita bahkan tidak sedang bermain di liga yang sama.” [Ahmed Widad]

 

 


 

[1] Tulisan ini merupakan resume dari ceramah ustadz Fuad Al Hazimi dengan tema Urgensi Media dalam Jihad Global

 

[2] Sebutan bagi mujahid yang melakukan aksi jihad fardhiy (secara sendirian)

Para Pencari Tuhan..

Bismillahirrahmaanirrahiim…

 

Perhatian, ini ngga lagi mau nyinggung judul film, apalagi judul lagu… #tepokjidat

Ini tentang Nabiyullah. Lebih tepatnya, klaim orang-orang terhadap Nabiyullah Ibrahim…

 

 

Allah berfirman tentang nabi Ibrahim di surat Al-An’am ayat 76 -78 :

 

“ ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”

 

“ kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaKu, pastilah aku termasuk orang yang sesat.”

 

 

“ kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, Dia berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”

 

Sebagian bilang, nabi Ibrahim ini lagi mencari tuhan. Artinya apa? Artinya dulu nabi Ibrahim pernah kafir. Waduh..Ibrahim bilang bintang ini tuhanku, bulan ini tuhanku, matahari ini tuhanku. Artinya Nabi Ibrahim dulu pernah musyrik.. PADAHAL tidak ada seorang nabi pun, kecuali dari dia LAHIR SAMPAI dia MENINGGAL semuanya Islam..

 

Ini parah, kalau ngga ngerti tafsirnya, atau menafsirkan serampangan…

Jadi ini maksud ayat-ayat ini adalah Ibrahim itu lagi nge-debat kaumnya… kaum sabi’in (penyembah bintang). Ketika lagi berkumpul di satu tempat yang banyak orang-orang kaumnya berkumpul, di satu festival, Ibrahim bilang ke orang2..

 

‘Ini bintang, ini tuhanku’. Ibrahim ngga bilang ini tuhanku yang asli. Ini hanya trik untuk ngebuat mereka sadar… Tapi dalam hatinya sama sekali ngga menganggap bintang itu adalah tuhan. Maka ketika tenggelam, ‘aku ngga suka tuhan yang tenggelam’.

 

Ketika datang bulan, ‘ah, ini tuhanku?’. Ketika bulan tenggelam, ‘Kalau Allah ngga ngasih aku hidayah, pastilah aku termasuk orang yang sesat’. Dan ketika matahari terbit bilang, ‘ini tuhanku, ini lebih besar’. Dan ketika terbenam Ibrahim bilang, ‘Hai kaumku, aku berlepas diri dari kalian.’

 

Jadi maksud ayat2 ini adalah, nabi Ibrahim sedang mendebat kaumnya. Ada dalam tafsir Ibn Katsir.

Nabi Ibrahim bukan lagi mencari tuhan..

Banyak yang murtad gara2 membaca ayat ini, karena memahaminya salah..

‘Ibrahim aja pernah nyari tuhan, saya juga harus nyari tuhan…’

 

Sehingga muncullah, agama AGNOSTIK, agama yang mencari-cari tuhan.

Banyak orang islam yang tadinya udah ketemu jalan yang bener, ngebaca surat ini terus malah murtad, dengan dalih ‘mencari tuhan’…

Ati-ati..

 

Ada kisah tentang Ibrahim mencari tuhan, ada…..

tapi kisahnya PALSU, atau minimal DHOIF JIDDAN….

Jadi ngga bisa dijadikan dalil.

 

Konklusinya apa? Selain peng-clear-an makna akan surat Al An’am tadi…

Jadi…Kita ngga cukup memahami Al Qur’an dengan logika semata, dengan kemampuan kita yang terbatas.

Kita butuh ilmu hadis untuk menjelaskan apa maksud Allah dalam Al Qur’an.

Hadis yang kaya gimana? Ya hadis-hadis shahih atau hasan yang disepakati para ulama.

 

Jadi..masih berani nafsirin Al Qur’an serampangan..?

 

Yuk yuk baca buku tafsir, pelan2 mulai sekarang..

Belum punya? Pinjem..!

 

 

Wallahua’lam bish shawab

rambo picisan…

asik bangett pertama kali kenal nintendo..
mainan Rambo…..
kakak ane yg punya sih, tp ane ikut nge-riweuh-in…

level 1, level 2, level 3…
sampe level berapa lupa,,,
keren banget lah ini rambo pkoknya….

eksotis,…
bom roket2 yg dilempar bisa ngebunuh banyak penjajah Uni Soviet…
dia anti peluru, ditembak sampe tiga apa sepuluh tembakan gitu, baru mati…

dulu seneng banget main begituan..
dan….
satu hal, yg mungkin kalian dapet juga di film2 heroik amerika sejenis..
amriki(baca: Amerika) is great..amriki is (suka menolong)…amriki oh amriki…

ceritanya Rambo (pada ngeh ngga?)…
maksudnya pengen nyampein kalo di masa2 itu, Uni Soviet lagi ngejajah Afghanistan..
terus pasukan Amerika ngebantu Afghanistan dgn ngirim senjata2 dan pasukan utk nolong kaum muslimin di Afghan yg terjajah itu…
seriusan, heroik keren pisan lah…

hmm….

okke, that’s my past..

after searching and thinking about this (sebenernya ngga sengaja nemu, trus keinget masa lalu sih..),
kok bisa begitu keren, begitu supernya tentara2 amerika kala itu,
dan ane nemu ini tadi malem,
dari buku Perjalanan Gerakan Jihad (oleh Abu Mush’ab As Suri)

———————–

subjudul : Peran Amerika dalam Kemenangan Jihad Afghan (dengan pengubahan bahasa seperlunya)

jadi media amerika nih pengin ngebuat impresi bahwa kemenangan jihad Afghan merupakan kesuksesan kebijakan Amerika dan program CIA di Afhgan.
menyebarnya propaganda palsu ini ckup menguntungkan Amerika…

mereka bekerja utk itu melalui berbagai sarana propaganda.
salah satunya dengan film RAMBO, dengan kisah pertempurannya di Afghanistan..
di film itu Rambo digambarin bisa nembak jatuh buanyak pesawat, ngehancurin benteng2, ngebebasin para sandera pejuang (sandera dr Afghan atopun Amerika).

Rambo ini terus naik kuda, ngemudiin kendaraan lapis baja, meliuk-liuk terbang dengan helikopter Rusia.
Rambo terluka berulan2, namun ngga mati..(iya bangettt).
ia terjebak dlm kendaraan lapis baja, namun otot2nya yg menonjol(mengerikan saking gedhenya) itu tidak melepuh!!
film itu mampu menghujani para penonton yg kagum dgn otot2 Amerika dengan guyuran kata yg BIJAK dan propaganda PICISAN melalui bibir Rambo yg memble setengah gagu..

di akhir film. Rambo nyampein pesan tentang KASIH SAYANG Amerika terhadap org2 lemah, KEPEDULIANnya kpd org2 tertindas, KEGIGIHANnya utk membantu kaum muslimin, dan peran kuncinya dlm membantu org2 Afghan yg oleh film fiksi itu digambarkan begitu kagum dan cinta kpd Amerika…

akhirnya, otot2 Rambo (geleuh ngebayanginnyaa) pun kembali ke pangkalannya dengan aman, yaitu ke Hollywood utk berpesta dan berdansa gila bersama para penyanyi yg cantik2.
sebuah simbol yg memang menggambarkan secara riil ttg Amerika dengan OTOT2nya yg KEKAR, OTAKnya yg KERDIL, dan bibirnya yg setengah gagu namun suka mengarang-ngarang KATA BIJAK.

media Ameroka dgn sikap MEREMEHKAN AKAL orang yg mmpercayainya juga melebih2kan ROKET-ROKET (stinger) dalam kemenangan jihAd Afghan dan bagaimana roket2 tsb mampu membalikkan keseimbangan pertempuran.
yaitu, ketika pesawat-pesawat Rusia mulai berjatuhan akibat tembakan roket itu..
satu hal yg mengubah jalannya pertempuran dari kalah menjadi menang..!

kebohongan ini disebarkan media Amerika melalui media massa dan alat propaganda, mulai dari FILM DOKUMENTER, BUKU-BUKU, SURAT KABAR, hingga buku memoar para perwira intelijen, dan lain-lain.

perlu diketahui, sejumlah kecil roket2 (stinger) Amerika masuk ke Afghanistan SETELAH 10 TAHUN penjajahan Rusia dan BEBERAPA SAAT SAJA SEBELUM PENARIKAN RUSIA..
alat perang ini jarang sekali digunakan dalam pertempuran-pertempuran yang penting dan hanya sedikit pesawat Rusia yang jatuh olehnya….(fakta mengenaskan)
dari RATUSAN RIBU MUJAHID di sana, JARANG SEKALI ADA YG MELIHAT ALAT TSB…
sebagian senjata tsb malah dicuri oleh intelijen Pakistan.
mereka(pakistan) emang biasa nyuri sebagian bantuan dana dan barang2 utk para miuahidin Afghan, seperti mobil, berbagai peralatan SAR, logistik, amunisi, dan senjata yg masuk melalui Pakistan utk sampai kps mujahidin Afghan.

saya sendiri (Abu Mush’ab) tidak bisa mengerti bagaimana akal ini menerima kepalsuan besar tentang peran roket2 tsb dalam kemenangan jihad Afghan.
perang tsb diikuti berjuta2 org Afghan dan selama itu lebih dari sejuta mujahid bersenjata berganung dlm berbagai kelompok mujahidin.
pada periode itu pula, rakyat Afghanistan mempersembahkan LEBIH DARI DUA JUTA SYUHADA dan lima juta pengungsi, dari negara yg jumlah penduduknya tidak lebih dari 16 juta orang…

saya(Abu Mush’ab) juga tidak mengerti apa peran roket2 tsb dalam menghancurkan lebih dari 50ribu peralatan militer Rusia, membunuh lebih dari 30ribu prajurit Rusia di tempat itu, dan membunuh lebih dari 150 ribu milisi komunis Afghan pro-Uni Soviet.
belum lagi ratusan ribu operasi serangan selama jihad yang berlangsung lebih dari 15 tahun, dimulai 5tahun sebelum invasi Rusia dan berlangsung selama tiga tahun sesudah itu hingga ibukota Kabul jatuh ke tangan mujahidin, yaitu dari tahun 1973 sampai taun 1992..

meskipun kebohongan roket tsb begitu picisan dan bertolak belakang dengan informasi paling sederhana yang benar tentang jalannya jihad Afghanistan,
namun KEBOHONGAN TERSEBUT TETAP DIPERCAYA OLEH JUTAAN PENONTON TELEVISI dan FILM LAYAR LEBAR.
sejatinya, itu adalah sihir media..
Amerika dan di situlah kemenangan Amerika si pengecut dan penipu tersebut.
Amerika telah meremehkan mayoritas akal publik,
namun sayangnya,
mereka(publik) percaya begitu saja pada Amerika!

———————-

hmm..
kepentingan Amerika apasih di Afghan sebenernya?
dari ulasan jauh sebelum subbab ini dibahas..
kepentingan mereka adalah meningkatkan reputasi (dgn ngasih bantuan kpd kaum muslimin), serta membuka pintu imigrasi bagi para kader ash shahwah al-islamiyah supaya mereka menumpahkan hasrat fundamentalisnya jauh2 di daerah nun jauh disana (Afghan).
syukur2 mereka syahid, jadilah mereka bebas gangguan dari kader2 ash shahwah al islamiyah..

inilahh,,,
sekalinya akal kita tunduk sm yahudi, terus semangat jihadnya jg kendor..
makin leluasa lah mereka ngebentuk2 kita kaya tanah liat..
dipegang, dibentuk2, bisa dilempar, bisa dijadiin gerabah, sesuka hati…

haduh, kalo ngayal-nya ane sih…
jalan pikiran ane simpel sbenernya..

kenapa kita ngga kaya landak manusia..
sewaktu2 mau dimain2in, kita defensif, bulu2 yg berupa duri2 itu menghajar tangan2 nakal yahudi..
sewaktu2 yahudi tunduk..kita tegakkin tauhid di hati setiap manusia

kebodohan dan kelalaian…
jauh dari ketaatan….
dan tekad kerdil…
itu masalahnya…

Rasulullah berdoa :
“Ya Allah, aku minta ketegaran dalam semua urusan dan tekad kuat berada di atas petunjuk..
aamiin…

terakhir ane mau nutup pake ungkapan perkataan Waraqah bin Naufal :
Ketika bernostalgia, aku membulatkan tekad
Selagi tekad itu menimbulkan gaung
Karena penjelasan demi penjelasan yang disampaikan Khadijah
Wahai Khadijah, aku menunggu sekian lama
Di jantung dua Mekkah, aku mengharapkan kemunculannya (Muhammad)
Berdasarkan penuturanmu menurut salah satu pendeta
Yang tidak ingin hal ini tersebar luas
Bahwa Muhammad akan berkuasa pada kami
Cahaya terang akan terlihat di seluruh negeri
Ia timpakan kerugian kepada siapa saka yg memeranginya
Dan, memberikan kemenangan kpd siapa saja yang berdamai dengannya
Ah, seandainya aku berada pada hari itu
Dan aku menjadi orang pertama yang masuk Islam
Aku memasuki sesuatu yang dibenci orang2 Quraisy
Kendati mereka bereaksi keras di Makkah
Aku bawa masalah yang mereka benci ini kpd Allah
Jika mereka turun tangga
Aku bertahan pada sikap mereka
Masalah ini pasti ditentang orang-orang kafir
Kalaupun aku mati, itu tidak bermasalah
Sebab setiap orang akan bertemu takdirnya : mati atau hidup

(Riwayat Ibnu Hisyam)