bukan begitu..

bukan..

bukan begitu..

bismillahirrohmaanirrahiim..

x : Sebagai awam, saya bingung. Apa sih untungnya mencela2 perjuangan saudara sendiri. Kenapa tdk fokus agenda masing2?

 y : jgn su’udzon ya mas, sy bcara demokrasi dan pndukungnya, tnpa ditujukan ke siapa2, sdh mjd tugas kami mngingatkn umat dr kmusyrikan

 

memperjuangkan Islam pasti akan mendapat masalah.

mari mari re-check Al Qur’an, perjuangan para Nabi ‘alaihissalam dipenuhi masalah, penuh konflik, dibutuhkan pengorbanan, harta dan jiwa.

menyelesaikan masalah tanpa masalah(familiar motto ini?)

cari aman, ngga pengin bentrok dengan thagut itu “menyelesaikan masalah tanpa masalah”.

namun, perjuangan diin ini bukanlah pegadaian (!)

atau ada yang begitu? dengan menggadaikan aqidah ? 😥

temanku, saudariku, kalian sungguh kusayangi….

berbeda, boleh.

tapi dlm hal apa?

tidak inginkah antunna memilih yg benar, yang syar’i?

lama sudah ini bergulat dlm hati dan pikiran ini.

semua perjuangan ada kaidahnya.

niat yang baik tidak bisa menghalalkan jalan yang haram.

bagaimana menjelaskan kesalahan demokrasi dengan sangat sederhana?

demos=rakyat, kratos=kekuasaan, pokok prinsipnya menyerahkan kekuasaan tertinggi kepada manusia.

kita faham ,kepada siapa seharusnya kekuasaan dimiliki?kepada siapa seharusnya?

Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman kepada ayat2-Nya.

hmm..beralih ke “mencela perjuangan saudara sendiri”

terkesan demikian kah? Jika ya, afwan… afwan saudariku… sekali lagi afwan…(jika benar ana tambahkan jiddan, namun tidak begini kaidah bahasanya, -semoga antunna faham)

apa tujuan dari semua ini? tegakah ana menghalang2i antunna dalam berdakwah menegakkan Al Qur’an di muka bumi ini? T__T

bukan..

bukan begitu saudariku…

hmm…

mungkin sekarang hanya persepsi antunna yang perlu diubah…

mengingatkan, tugas penyeru diin ini mengingatkan bukan?

“Dan tetaplah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” –Adz Dzariyat : 55-

ya, mengingatkan antunna, dari.. ?

dari kemusyrikan, dari kubangan kekufuran.

mungkin selama ini, ana kurang komperhensif memaparkannya,

hanya parsial sehingga persepsi yang antunna dapat salah,

ya itu salah ana,

sehingga izinkanlah ana,

memaparkan pemahaman, yang selama ini ana cari, kepada antunna,

pemahaman yang telah memantapkan hati ini untuk memilih, dan tubuh ini bergerak,

jika ada keliru, mohon ingatkan,dan  luruskan jika antunna telah melihat kesalahan itu, segera,

hanya do’a yang mampu menjadi sandaran ketika hati telah berada di persimpangan pilihan, setelah ilmu dikejar untuk diraih manfaatnya,

“Ya Allah, tetapkan hati ini untuk selalu berada di atas ketentuan agama-Mu.”

 

tulisan ini (In Syaa Allah) akan dibuat beberapa seri ini,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s