Ibu Terbaik [pray]

Bismillah..

Entah, aku tak tau kenapa.
Ibu senang sekali kalau membelikan fasilitas2 untukku, ya gamis, kerudung, sepatu/sendal, tas, gadget, makanan2 yg kusuka, terlebih pendidikan, ya apapun yg bisa beliau berikan untuk kebaikanku, beliau beri..
|”’:

Alhamdulillah….
Kurasa aku tak akan bersyukur jika tak menuliskannya, karena ini seperti hal biasa saja yg terjadi..
Mungkin jika tak kutulis, aku kan merasa bersyukur setelah mungkin kehilangan ibuku, atau kehilangan materi ini semua, atau terpisah jarak dan benar2 tak lagi bisa bertemu.
Allahumma..cinta yg Engkau tanamkan kepada ibuku utkku begitu amat besar..hingga aku tak kan mampu membalas itu semua, sungguh betapa indah ini semua.

Allahumma..maafkan kesalahan2 ibuku, ampuni dosa2nya, wafatkan beliau dalam keadaan muslim, dalam keadaan taubat kepada-Mu, jauhkan dari siksa kubur, jauh2kan dari azab neraka Yaa Rabb…
serta kumpulkan kami nanti, kembali ke surga-Mu

Perkenankan hatinya utk mencintaiku dan menyayangiku karena-Mu, dan aku ingin mencintai dan menyayanginya karena-Mu.

Sehingga… T___T
Sehingga ketika beliau atau aku yang mendahului pergi dari dunia, keimanan kepada-Mu tidak berkurang, namun bertambah dan bertambah.

Jauhkan kami dari syirik mahabbah, aku mencintainya melebihi cintaku kepada-Mu, atau beliau mencintaiku melebihi cintanya kepada-Mu.

I wanna be the best daughter for her, cause she has been the best mother for me.

Perkenankan doaku Yaa Rabb….
Allahumma aamiin..

Hati yang Berpikir

Bismillah..

Anak2 lulusan psikologi itu biasanya pembicaraan atau tulisannya membuat hati berpikir.
Banyak hal2 kecil yang sebenarnya tidak kecil yg terlewat, sehingga dianggap remeh oleh manusia kebanyakan.

Manusia seringkali kurang sedikit lagi menjaga luapan emosi jiwanya, sehingga seringkali memperkeruh suasana hati org lain, bahkan hati org banyak kemudian.

Luapan emosi jiwa yg muncul karena sikap org lain yg cenderung buruk, bisa dilatih utk dijaga. Dijaga agar tidak keluar, namanya sabar.

Berhenti disana?

Ternyata dalam Islam ngga.
Setelah itu, ucapkan terima kasih kepada Tuhan, yakni Allah. Karena telah menampakkan org2 yg tidak senang akan perilaku kita.
Berarti kita memang salah, atau kita sedang diuji
Jika salah, maka dengan syukur, rasionalitas diri akan segera kembali, ia dengan mudah mengadakan perbaikan2.
Namun jika ujian (org itu dzalim), maka hal itu pasti akan beraluh fungsi menjadi penghapus catatan dosa diri kita.

Itu anak2 psikologi yg tsiqoh dengan keislamannya.

Bisa bikin hati seseorang berpikir.

Aku dan Menulis (:

Bismillah…

Aku dan menulis.
Kini bagaikan sesuatu yg tak dapat dipisahkan dari hidupku.
Jazakillah untuk +Isabella Kirei, aku ngga tau kamu bakal baca ini apa ngga hehe
Tapi benar2 makasiiiiiih banyak banget bel….

Awalnya dipancing utk nulis, responku biasa aja
Disuruh ada targetan nulis, udh mulai nyoba dikit2
Lalu bikin akun google plus, sudahlah aku jadi ketagihan, isinya ngoceh disini

– – –

Teh anna, aku itu susah kalo menyampaikan sesuatu.
d (daku) : aku awalnya gitu, kalo mau ngomong susah, padahal asa banyak gitu hal yg mau aku sampein..
Lalu apa? Aku nulis mit. Entah kenapa aku ngerasa semenjak aku nulis, ketika aku ingin menyampaikan sesuatu, lebih mudah bagi lisanku utk mengutarakannya.
Mungkin sih ya, ada kaitan antara menulis dan berbicara.
Ketika menulis itu, aku merasa seperti sedang merangkai pemikiran dan menyusunnya dalam deretan kata2. Lalu kubaca kembali, anehkah? Benarkah? Sesatkah? Apakah menentramkan hati?

Dari sana, bicara itu seakan menjadi aktivitas memanggil memori yang kutulis. Memanggil saja. Namun uniknya, hal itu (bicara) dapat menjadi lebih menarik jika kemasannya manis. Nah..kemasan manis itu bisa diperoleh jika hati sedang manis juga (lagi mood). Yah, bicara kalau hati lagi kosong itu hambar rasanya, bahkan tidak membekas di hati sendiri.
Caranya membaikkan mood terus menerus? Baca dan hayati Al Qur’an ternyata |’:
Dari sana, dari hati yang melembut, menulis dan bicara akan lebih mengena.

– – –

Apakah benar begitu?
Coba saja (‘:

1st Day Eid al-Fitr

Bismillah..

Hati yang mengeras nampaknya memang sulit untuk bersimpati, untuk berempati
Lebaranku diisi apa memang?

Hari #1 : setelah shalat Ied silaturahim dgn tetangga. Begitu damai shalat yang kurasakan. Tak sempurna jelas, karena aku tidak maksimal di 10 malam terakhir.
Allahumma menyedihkan sekali diriku, apa yang kulakukan di 10 malam terakhir???
Fokus apa? Apa dirimu menjaga hati kala itu? Menjaga dari tertawa yang mematikan hati? Menjaga diri dari hal2 yang mengotori qalbu?
Apa yang kau lakukan??

Allahumma ajari aku untuk menjaga diri dan hati untuk persiapan Ramadhan. Teguhkan hatiku untuk menghindari maksiat. Yang kusadari atau tidak.

Allahumma aamiin..

Lalu setelah silaturahim tetangga, sungkem dengan ibu. Aduh, selaly dan pasti sedih kalau sungkem dengan ibu. )’: aku banyak dosa sama ibu T_T
Untuk teman2 di luar sana, jauhi gengsi saat minta maaf sama ibu apalagi di momen Lebaran.

Lalu ayahku dan kakak2ku datang. Sungkem dengan ayah. Salim dengan kakak2ku.
Allahumma…how beautiful…
Kakakku yang udah momong anak dua, tetap bersahaja dan makin nampak utuh identitas dirinya sebagai seorang perempuan.
I love sharing with my sister.

Lalu sorenya kami ke rumah Budhe Rodhikun di Prompong, Baturadden.
Yah, beliau adalah salah satu yang dituakan di keluarga ibuku.
Sebenarnya beliau anak ke-3 dari kakekku.
Hmm….urutannya ada Pakdhe Koko, Pakdhe Wit, Budhe Rodhikun, Pakdhe Yono, Budhe Asih, Ibuku, dan Om Wawang.
Pakdhe Koko telah diambil oleh Allah, keluarganya ada Magelang. Pakdhe Wit ada di Salatiga. Sisanya di wilayah Purwokerto semua. Budhe Rodhikun di Prompong, Pakdhe Yono di Ledug, Budhe Asih dan Ibuku doi Kalibagor, Om Wawang di Purwokerto (lupa nama kecamatannya).

Alhamdulillah karunia Allah begitu besar. Aku dan keluargaku masih dapat berkumpul di sini. Betapa bahagia masih dapat berada di tengah2 mereka. Beda sekali dengan suasana ketika keluargaku masih di Tangerang.. di perantauan, tak ada yang dapat diminta tolong kemudian menyahut dengan ikhlas kecuali Allah. Meski disayang oleh tetangga2 di Tangerang, namun rasa ikhlas dalam memberi pertolongan terasa berbeda. Ada faktor kebaikan dulu yang harus ditanam, ya Ayah Ibu bagiku sangat dermawan, nyah nyoh kalo Banyumas style, kepada tetangga2 sekitar.
Alhamdulillah aku belajar dari sana.

Hari pertama ke rumah Budhe Rodhikun, ditutup dengan makan bakso di sana. Dirimu tau banget budhe, kami butuh makanan seperti ini..
Lalu ke rumah Pakdhe Yono, sungkem dengan beliau. Istri Pakdhe Yono pun telah diambil Allah di bulan Mei kemarin. Allahumma kuatkan keluarga mereka, teguhkan dalam ber-Islam.

Lalu? Selesai hari pertama.

5 Good Reasons To Get Married While You’re Young

 
Allahumma…teguhkan hati ini..
Tak ada ‘meski’ seharusnya

 

– – –

 

5 Good Reasons To Get Married While You’re Young, According To Research

 

The average age for Americans getting married has reached a historic high — 27 for women and 29 for men — a jump from the 1990 average marrying age of 23 for women and 26 for men.

While delaying marriage has advantages — a lower divorce rate, higher income for women and fewer and less intense arguments between spouses — studies show there also may be benefits to tying the knot before age 30. (However, there is such a thing as marrying too young. Research shows that marriages beginning when a woman is 18 are twice as likely to end in divorce as those beginning when she is 22.)

Below are five reasons to get married in your 20s.

1. It could make you happier.
According to the National Marriage Project’s 2013 “Knot Yet” report, the highest percentage of people ages 20 to 28 who consider themselves “highly satisfied” with their lives are married, as opposed to single or cohabiting. What’s more, the largest number of women who described their marriage as “very happy” tied the knot when they were 24 to 26. A 2010 study found that “the greatest indicated likelihood of being in an intact marriage of the highest quality is among those who married at ages 22–25.”

2. You’ll make more money (at least if you’re a man).
An analysis of American Community Survey data from 2008 to 2010 revealed that among men in their mid-30s, those who married in their 20s had the highest levels of personal income. Economists have found, in general, that married men earn more than single men — even when you control for other factors like age and education.

3. You’ll have more sex.
Couples who marry in their 20s tend to have more frequent sex than those who marry later. In a 2011 paper, Dana Rotz of Harvard University wrote that “a four year increase in age at marriage is associated with a couple having sex about one time less per month.” What’s more, married people as a whole have more sex than their single counterparts. The sooner you marry, the more time you’ll be spending between the sheets.

4. You’ll drink less alcohol.
A 2012 study published in the Journal of Health and Social Behavior found that married and engaged young adults reported lower frequency of drunkenness than those who are not in a serious romantic relationship. “Marriage and engagement likely carry with them a heightened sense of responsibility and obligation and a less active social calendar, which leads to less drunkenness,” the study’s authors wrote. Laying off alcohol has many health benefits, including weight loss, better sleep, better skin and a reduced risk of some cancers.

5. There’s nothing to be gained from waiting — if you think you’re ready.
We certainly aren’t advocating a rush to the altar, but if you feel like you’re prepared for that next step, go for it. Research says there’s no advantage to delaying marriage just for the sake of delaying it. A 2010 study by sociologists Norval Glenn and Jeremy Uecker states that “A 25-year-old person who meets an excellent marriage prospect would be ill-advised to pass up that opportunity only because he/she feels not yet at the ideal age for marriage. Furthermore, delaying marriage beyond the mid-twenties will lead to the loss during a portion of young adulthood of any emotional and health benefits that a good marriage would bring.”

 

sumber : http://www.huffingtonpost.com/2013/11/14/married-young_n_4227924.html

tegaslah

Bismillah. Jangan bermain api na, kamu ingin apa sih? Keluarga dan anak keturunan shalihah tapi prosesnya gak bener?
Kalau dia-nya kamu gak sreg dalam pemikiran dan prinsip ber-Islam ya tak usah kontak lagi.
Bukankah kamu ilfil dengan lelaki seperti itu? Lelaki yang leluasa kontak2 dengan akhwat.

Sudah yuk tinggalkan dan jangan diladeni lagi.
Tegas lah jadi perempuan muslim. Malu-mu itu harga dirimu. Jangan kecewakan suami-mu nanti.

Jangan lanjutkan, hentikan, jaga hatimu.

Jaga hatiku Yaa Rabb…..

perbaikan setelah Ramadhan

 
Bismillah..

sampahku berkurang semenjak badai dingin di Pangalengan menerpa, tidaaaak….
(jangan lebai na..)

na, besok dengerin ceramah ustadz Musthafa Umar atau ustadz Hanan Attaqi lalu tulis resume-nya ya (‘:

aku tunggu perbaikan dirimu setelah Ramadhan ini,
minimal dengan meminimalisir hal2 tak berguna,
facebook kita off dulu satu mingguan,
youtube jalan lah ya,
twitter sesekali lah,
buku mu banyak yang harus dibaca : Muslimlah daripada Liberal | Ayah Edy punya Cerita | Tausiah untuk Aktivis Islam | Siyasah Syar’iyyah,
Lebaran gini selain silaturahim, bawa deh buku2 itu kalo pergi2,

Nah untuk akun facebook yg lain,
Post sekena-nya aja pake akun2 publik (sadar kan masih punya amanah disana?)

Lalu?
Laporan kapem (kerja praktik melyana)?
kita rehat satu minggu dulu deh coba,
(rehat mulu dari dulu? dari awal kape banyak rehat kau)
rehat lalu pekan depannya kita coba gerak satu hari full untuk dia, ya untuk dia, untuk dia saja, seorang, hanya dia,

Lalu…
amal yaumi?
pertahankan baca Qur’an sama terjemahnya,
itu aja senjata yang kuperoleh agak maksimal di Bulan Ramadhan,

Puasa Syawal?
mau makan makanan rumah dulu nih,
pekan depannya deh, sip? ok

– – – – –

random post tapi lumayan (‘:

Agar anak Rajin Bangun Pagi

Nice. Aku org yg ga tega bangunin org yg lagi tidur.

Nak, untuk jd org besar, kita mulai dari bangun pagi ya (:

 

– – –

 

Agar anak Rajin Bangun Pagi

Agar anak Rajin Bangun Pagi | MotherAndBaby.co.id
 

 

“Anak saya mulai masuk pre-school. Wah, ia semangat dan senang sekali bersekolah. Tapi masalahnya, ternyata ia sulit sekali dibangunkan pada pagi hari. Bagaimana ya agar ia gampang dan rajin bangun pagi?”
Diandra, ibunda Aurelia, 3 tahun

“Saya memiliki tip agar si kecil rajin bangun pagi, Karena ini pernah terjadi pada putri saya, Ella. Untuk bisa bangun pagi, ia pasti menangis dulu dan harus dibujuk-bujuk. Ini terjadi hanya di hari-hari pertama masuk sekolah. Nah, suatu kali ia terlambat bangun sehingga akhirnya ditinggal mobil antar jemput. Untuk menyusul ke sekolah, Ella kecil tidak berani karena pintu gerbang sudah ditutup. Peristiwa itu akhirnya menyadarkan Ella untuk rajin bangun pagi. Tapi selain itu, ada lagi tip lain yang biasa saya lakukan bila ia mulai sering bangun siang: 1. Ella paling telat harus tidur jam 21.00 malam. 2. Saya nyalakan jam weker 30 menit lebih awal. 3. Sebelum Ella bangun, saya putar lagu kesukaannya. Ella pun bersemangat bangun pagi tanpa diawali dengan tangisan. Selamat mencoba!”
Merry, ibunda dari Ella, 7 tahun

“Sebagai ibu bekerja yang kesehariannya harus berangkat kerja jam 7 pagi, maka setiap mandi pagi saya selalu mengajak ke anak saya, Nabilla, untuk ikut mandi bersama. Ternyata dia antusias sekali, karena selama mandi, saya ajak ia bernyanyi, membuat balon dari busa sabun, dan bermain. Jurus ini saya gunakan supaya ia tetap bangun dan mandi pagi, dan juga agar saya pun tetap dekat dengannya. Semoga jurus saya ini bisa dicoba.”
Mia Widyastanti, Ibunda Nabilla Charistya Arianti, 2

“Saya sengaja merekam suara Kayra yang berbunyi: “Ayahhh… Mamaaa…bangun donggg, kita olah raga yuuuk!”, di ring tone alarm ponsel saya dan diatur dengan volume cukup keras dan berulang-ulang setiap pukul 5.30 pagi. Alhasil si kecil senang mendengarkan suara itu dan bangun pagi dengan ceria tanpa ada acara paksa-memaksa. Dia paling senang membangunkan adiknya dan kami pun berolah raga bersama. Karena Kayra rajin bangun pagi, dia sudah terbiasa datang ke sekolah tepat waktu. Yang penting buat anak sih, melihat contoh dari orang tuanya. Kalau kita bangun pagi, mereka pun akan ikut bangun pagi.”
Lya, ibunda Kayra, 3, dan Kal-el, 4 bulan

“Pada awalnya saya sengaja membelikan si kecil jam weker berbentuk ayam dengan berbagai pilihan bunyi. Ada bunyi kokokan ayam, ada juga sapaan, “Good morning!” Si kecil begitu menyukai jam tersebut karena begitu khas bunyinya. Pagi hari, begitu mendengarnya berbunyi, anak saya langsung bangun dan tertawa ceria tanpa perlu berlama-lama membangunkannya. Pada akhirnya, bangun pagi menjadi kebiasaan meski tanpa jam tersebut. Cukup dengan membuka jendela kamar agar cahaya matahari masuk.”
Siska Walintukan, ibu dari Gerardo, 21 bulan

 

sumber : http://www.motherandbaby.co.id/article/2013/3/25/21/Agar-anak-Rajin-Bangun-Pagi?utm_source=hootsuite&utm_campaign=hootsuite

Kape rampung (selesai)

Bismillah…
Kape ku rampung ^_^9

Alhamdulillaah…
Allahumma berkahi apa2 yg telah kulakukan selama kape.
Perbaiki diriku, hatiku, yg mungkin agak telah mengeras )””:
Berikan aku penglihatan utk bisa melihat hikmah dari sana.

Ampuni aku Ya Rabb…
Ampuni dosaku, dosa teman2ku, kumpulkan kami dalam jannah-Mu…
)’:

Allahumma aamiin